Anak Angga Fernanda Korban Sriwijaya Air SJ 182 Lakukan Tes DNA

tes DNA

Megawati, kakak sepupu Angga memperlihatkan proses pengambilan sampel DNA pada anak Angga (foto:Rahmadi/Langgam.id)

Langgam.id-Anak Angga Fernanda Afriyon, salah seorang korban jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ182 asal Kota Padang melakukan tes DNA. Anak yang lahir 2 Januari 2021 ini melakukan tes DNA di RS Polri Kramat Jati, Minggu (10/1/2021).

Tes DNA dilakukan guna mempercepat proses identifikasi setelah ditemukannya bagian tubuh penumpang di lokasi jatuhnya pesawat.

Baca juga: Keluarga Angga Korban Sriwijaya Air di Padang Batal Berangkat ke Jakarta

“Pengambilan DNA telah dilakukan pada anak Angga, itu dilakukan berdasarkan arahan petugas di Jakarta,” katanya Ibu Angga, Afrida di rumahnya di Sungai Sapih, Kota Padang, Senin (11/1/2021).

Ia mengatakan, pada awalnya dirinya bersama ayah dan adik kandung Angga akan berangkat ke Jakarta pagi ini. Salah satu tujuannya untuk melakukan tes DNA.

Namun dibatalkan atas permintaan anak pertamanya yang sekarang berada di Jakarta. “Anak melarang karena semuanya sudah ada yang mengurus di Jakarta,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui Angga merupakan salah satu penumpang Sriwijaya Air SJ 182 asal Kota Padang. (Rahmadi/Ela)

Baca Juga

Komisi X DPR RI Tinjau Rehabilitasi Sekolah Terdampak Banjir Padang
Komisi X DPR RI Tinjau Rehabilitasi Sekolah Terdampak Banjir Padang
Mitigasi Banjir, BPBD Padang Bersihkan Material Bebatuan di Lapau Munggu
Mitigasi Banjir, BPBD Padang Bersihkan Material Bebatuan di Lapau Munggu
Kondisi bentaran sungai di Lapau Manggu, Gunung Sariak, Padang Kamis (20/8/2026).
Arus Sungai Cepat Naik Saat Hujan, Warga Lapau Munggu Dibayangi Banjir Susulan
Warga menjemur padi yang dipanen dari sawah terdampak banjir Kota Padang
Cerita Petani Lapau Manggu, Panen Padi dari Sawah yang Terendam Banjir
Lokasi pembangunan hunian tetap untuk warga terdampak banjir Kota Padang.
Asa Penyitas Banjir Padang Menunggu Hunian yang Tak Kunjung Rampung
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG