Aksi Kocak Polisi di Padang Nyamar Jadi Pengamen di Bus Tangkap DPO Tawuran

Langgam.id – Aksi kocak dilakukan Kepala Tim Klewang Satreskrim Polresta Aiptu David Riko Dermawan saat menyamar sebagai pengamen di bus. Polisi yang akrab disapa David Wewe itu menyamar untuk menangkap buronan kasus penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya seorang pelajar di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar). 

Buronan itu berinisial RG alias Een (18 tahun). Dia diduga melakukan tindakan penganiayaan saat terlibat aksi tawuran pada 13 September 2025.  

Een kabur dan berpindah-pindah tempat bersembunyi beberapa bulan di Pulau Jawa. Memasuki bulan Suci Ramadan ini, tersangka pulang ke Kota Padang menggunakan bus antarkota antar-provinsi. 

Namun belum sampai di rumahnya, tersangka malah disambut Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang yang menyamar sebagai pengamen, di Indarung, Kota Padang, kawasan sesudah Jalur Sitinjau Lauik, Sabtu (14/2/2026).

David Wewe memberhentikan bus. Ia masuk ke dalam bus, memukul-mukul botol mineral ke tangannya, dan bernyanyi lagu “potong bebek angsa”. 

Sambil bernyanyi, David Wewe melihat satu per satu para penumpang bus. 

“Oke, bapak-bapak, ibuk-ibuk, selamat malam. Kami dari Tim Klewang Polresta Padang mengucapkan selamat datang di Kota Padang tercinta, terutama untuk adinda kita, Een,” ucap David Wewe sambil menunjuk buronan tersebut.  

Tersangka tampak memakai topi tampak sedang asyik santai di kursi penumpang. Ia tidak menyangka pengamen tersebut merupakan polisi yang mengincar dirinya.  

David Wewe pun kemudian menghampiri tersangka yang terlihat pasrah. Dia diborgol, tanpa mengeluarkan sepatah kata apa pun.  

“Selamat atas keberhasilannya melarikan diri kasus penganiayaan secara bersama-sama menghilangkan nyawa orang lain. Oke, Een. Kemane aje, lo?,” kata David Wewe tersenyum sambil memasang  borgol ke tangan tersangka.  

Selalu Berpindah Tempat

Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol M Yasin, mengatakan aksi tawuran berujung penganiayaan hingga menewaskan korban dilakukan tersangka di kawasan Jalan Bypass, Kota Padang.  

Kata Yasin, selama berada di Pulau Jawa, tersangka selalu berpindah-pindah tempat dalam persembunyiannya. 

“Setelah melakukan penganiayaan secara bersama-sama, tersangka ini melarikan diri. Selama pelariannya, tersangka selalu berpindah-pindah tempat,” kata Yasin, Kamis (19/2/2026). 

Yasin menyebutkan, saat ini tersangka telah diperiksa dan ditahan. Kepolisian masih melakukan pengembangan kasus. 

“Tersangka sudah kami tahan,” ucapnya.

Baca Juga

Langgam.id-Adel Wahidi
Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis
RSUP M Djamil Padang
Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Setubuhi Anak Bawah Umur, Pria di Sawahlunto Ditangkap Polisi
IRT Curi HP dan Uang Kasir Gudang Rongsokan di Padang, Ditangkap Polisi Bareng Penadah
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik