Air Sungai Nanggang Naik, Jembatan Darurat ke Subarang Aia Putus

LANGGAM.ID – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Agam sejak Minggu siang berdampak pada debit air Sungai Nanggang di Silareh Aia, Palembayan naik. Arus deras air sungai bahkan meruntuhkan jembatan darurat ke Jorong Subarang Aia.

Sungai Nanggang merupakan lokasi arus banjir bandang atau galodo yang menerjang tiga nagari di Palambayan pada Kamis (27/11/2025). Posko bencana mencatat korban jiwa mencapai 122 orang meninggal, sedangkan 68 orang lainnya masih hilang.

“Jembatan darurat ke Subarang Aia putus, karena air sungai naik setelah hujan deras,” ujar Jufri warga Jorong Subarang Aia saat dihubungi, Minggu (7/12/2025).

Jembatan darurat tersebut merupakan akses satu-satunya ke Subarang Aia salah satu jorong yang sempat terisolir beberapa hari setelah galodo. Jembatan darurat dibangun oleh kepolisian dengan membentangkan pohon pinang di atas arus sungai. 

Pada Jumat kemarin, jembatan tersebut kemudian diperluas dengan menambah beberapa pohon pinang agar bisa dilalui oleh dua orang sekaligus, namun jembatan itu hanyut dibawa arus sungai yang naik.

“Sekarang jembatan yang digunakan batang pinang yang bisa dilewati oleh satu orang. Jembatan sebelumnya sudah hanyut,” kata Jufri.

Ia menyatakan dalam beberapa hari terakhir daerah Silareh Aia sering diguyur hujan yang menyebabkan arus Sungai Nanggang meluap. Warga pun sempat dilarang melintasi sungai, termasuk juga warga yang menyeberang untuk menjemput bantuan.

“Kalau air sungai naik, kami warga saat ini tidak boleh menyeberang. Takut jika nanti ada galodo susulan,” katanya. 

Pemerintah jorong mencatat ada 250 KK yang bermukim di Subarang Aia. Sebanyak 62 orang dilaporkan hilang, 36 diantaranya sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Hingga ini tim gabungan masih melakukan pencarian. (fx)

Baca Juga

Nagari Salareh Aia, Palembayan, Kabupaten Agam enam bulan pascabencana galodo.
Potret Nagari Salareh Aia Setelah Enam Bulan Dilanda Galodo
Langgam.id-cerah berawan
Cuaca Idul Adha 2026 di Sumbar Diprediksi Cerah, Sebagian Cerah Berawan
salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Kondisi huntara di Kapalo Kota, Kota Padang.
Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih
Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar
Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar
TKP tewasnya dua orang pemuda akibat asap genset saat mati lampu massal di Tanah Datar.
Kronologi Kematian Tragis Dua Orang Diduga Keracunan Asap Genset saat Mati Lampu