Langgam.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat (Sumbar), mengungkap tiga jalur utama yang kerap digunakan sindikat narkotika untuk menyelundupkan ganja dari Sumatera Utara (Sumut) ke Sumbar.
Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Ricky Yanuarfi, mengatakan sebagian besar ganja yang beredar di Sumbar berasal dari dua daerah penghasil utama, yakni Aceh dan Mandailing Natal, Sumut.
“Ganja di Sumatra umumnya berasal dari Aceh dan Sumut. Untuk Sumbar, yang paling sering masuk berasal dari Mandailing Natal,” katanya, Rabu (10/6/2026).
Ricky menjelaskan, jalur yang paling sering digunakan pelaku adalah melalui Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam. Jalur tersebut dinilai paling cepat dan dekat menuju wilayah tujuan peredaran seperti Bukittinggi dan Agam.
Selain Palupuah, sindikat narkotika juga kerap menggunakan jalur alternatif melalui Pekanbaru-Kampar-Limapuluh Kota sebelum masuk ke Sumbar. Jalur lainnya melalui Air Molek, kemudian menuju Dharmasraya, Sijunjung, dan masuk ke wilayah Sumbar.
“Kalau mereka mengetahui jalur Palupuah sedang diawasi, mereka akan memutar melalui Pekanbaru atau jalur Air Molek. Ada tiga pintu yang biasa digunakan,” ujarnya.
Maka itu, Ricky menambahkan, BNNP Sumbar terus memperkuat koordinasi, dengan berbagai instansi intelijen dan aparat penegak hukum untuk mengawasi seluruh jalur perbatasan, yang berpotensi menjadi pintu masuk narkotika ke Sumbar.
“Dari pengakuan tersangka, ganja tersebut akan diedarkan di wilayah Bukittinggi dan Agam. Ini menunjukkan Sumbar juga menjadi pasar yang dibidik para pelaku,” pungkasnya. (WAN)






