Polisi Klaim Kasus Kejahatan di Padang Turun Selama 2019, Curanmor Paling Tinggi

Waka Polresta Padang, AKBP Haris Hadis

Waka Polresta Padang, AKBP Haris Hadis. (Foto: Irwanda)

Langgam.id – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang mengklaim tindak kejahatan di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), mengalami penurunan sepanjang 2019 sebesar 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Polresta Padang mencatat, tahun 2019 terdapat 5.158 kasus yang terjadi di Kota Padang. Kasus itu tergabung dari empat jenis kejahatan di antaranya konvensional, trans nasional, kekayaan negara dan implementasi kontijensi. Sedangkan di 2018, terdapat 6.275 kasus.

Wakil Kepala (Waka) Polresta Padang, AKBP Haris Hadis, mengatakan meskipun kasus kejahatan menurun pihaknya juga meningkatkan upaya penyelesaian kasus. Setidaknya, 3.315 dari 5.158 kasus di antaranya, selesai ditangani.

“Penyelesaian kasus mengalami kenaikan sekitar dua persen dibanding tahun sebelumnya. Pada 2018 kemarin, dari 6.275 kasus hanya 3.229 kasus penyelesaian,” kata Haris di Mapolresta Padang, Kamis (2/1/2020).

Haris mengungkapkan, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan konvensional yang paling menonjol. Setidaknya, terdapat 1.116 kasus curanmor yang terjadi di Kota Padang.

“Meskipun curanmor menonjol di tahun 2019, namun dibandingkan tahun 2018 mengalami penurunan. Tahun sebelumnya terjadi 1.128 kasus,” ujarnya.

kasus menonjol selanjutnya menyusul pencurian dengan pemberatan (curat) sebanyak 896 kasus. Kemudian pencurian dengan kekerasan (curas) 172 kasus.

“Pemerkosaan mengalami peningkatan. Tahun 2018 ada empat kasus, sementara di 2019 ada tujuh kasus. Tentunya kasus pemerkosaan yang paling menonjol baru-baru ini korban yang mengalami kanker akibat diperkosa yang akhirnya meninggal dunia,” katanya.

Sementara itu selama tahun 2019 setidaknya telah terjadi 663 kasus kecelakaan lalu lintas di Kota Padang. Angka ini mengalami penurunan di tahun 2018 berjumlah 742 kasus.

Pihak kepolisian mencatat, 66 korban jiwa dinyatakan meninggal dalam kecelakaan. Sedangkan korban luka berat 72 orang serta luka ringan 1.079 orang. (Irwanda/ICA)

Baca Juga

Bekas luka di tubuh bayi malang dianiaya ayah kandung di Padang. (Foto: Ipda Ghifari untuk Langgam.id)
Cerita Tetangga Ambil Paksa Bayi yang Dianiaya Ayah Kandung di Padang: Saya Menangis, Jejak Luka Banyak
RS Bhayangkara Padang Ungkap Kondisi Bayi yang Dianiaya Ayah Kandung: Infeksi Luas, Tubuh Penuh Gigitan 
RS Bhayangkara Padang Ungkap Kondisi Bayi yang Dianiaya Ayah Kandung: Infeksi Luas, Tubuh Penuh Gigitan 
Penampakan RD, pelaku penganiayaan anak kandung sendiri. (Foto: Dok. Polresta Padang)
Penampakan Ayah Kandung di Padang yang Aniaya Bayinya, Digiring ke Sel Tahanan 
Pemberian nama merupakan salah satu hal yang penting yang dilakukan oleh orang tua kepada buah hatinya yang baru lahir. Apalagi nama ini juga berkaitan dengan dokumen kependudukan.
Kasus Kekerasan Bayi 2 Tahun di Padang, Polisi Sebut Dipicu Faktor Ekonomi dan Alkohol
Bekas luka di tubuh bayi malang dianiaya ayah kandung di Padang. (Foto: Ipda Ghifari untuk Langgam.id)
Bayi 2 Tahun di Padang Dianiaya Ayah Kandung Selama 1 Bulan, dari Sundutan Rokok hingga Gigitan
Massa aksi membakar ban dan menutut keadilan kematian Karim di Balai Kota. (Foto: Fajar Hardiansyah/Langgam.id)
Tuntutan Massa Aksi Kasus Kematian Karim: Copot Kepala Satpol PP Padang, Polisi Usut Tuntas