Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Ahli Geologi Sumbar menyebut wilayah Pasaman Barat dan sekitar sudah diperkirakan akan mengalami gempa.
Langgam.id - Ahli Geologi Sumatra Barat (Sumbar) Ade Edward menyebut gempa yang melanda Pasaman Barat dan Pasaman memiliki efek kerusakan berskala menengah. Korban berjatuhan terutama akibat lemahnya bangunan masyarakat setempat.
Ade menjelaskan, memang wilayah Pasaman Barat dan sekitar sudah diperkirakan akan mengalami gempa, namun waktunya saja yang tidak ada yang tahu. Sehingga mitigasinya sebenarnya juga sudah dilakukan.
"Memang bencana tidak bisa kita hindari total, memang kenyataan gempa seperti itu, Pasaman ini masuk dalam rangkaian yang sudah diperkirakan," katanya, Jumat (25/2/2022).
Dia mengatakan, setelah gempa Sumbar yang berpusat di Kabupaten Solok pada tahun 2007 yang merupakan segmen Sianok dan Sumani selanjutnya pergerakan bisa ke selatan segmen.
Yaitu segmen Suliti di Solok Selatan dan bisa ke utara ke arah Pasaman.
"Bisa ke utara yaitu ada tiga segmen di Pasaman mulai dari segmen Sumpu, segmen Barumun, dan segmen Angkola, ternyata segmen Angkola yang mengambil jatah kali ini," ujarnya.
Dia mengatakan, gempa yang terjadi kali ini berkekuatan 6,2 skala richter dengan kedalaman 10 kilometer.
Gempa yang terjadi kali ini kalau dekat ke pemukiman efeknya sedang hingga berat. Pusat gempa ada diantara daerah Talu dan Lubuk Sikaping atau sebelah utara Gunung Talamau.
"Pemukiman paling dekat itu adalah Talamau, itu yang paling dekat sekitar 10 kilometer, cuman sampai sekarang belum diketahui dampak karena belum bisa dikontak," katanya.
Kemudian terangnya, ada daerah sebelah selatan Talamau yaitu Malampah. Jarak Malampah dari pusat gempa sekitar 17 sampai 20 kilometer dan saat ini mengalami kerusakan hampir berat.
Apalagi daerah Talamau yang hanya sekitar 10 kilometer dari pusat gempa tentu semakin parah.
"Kita belum dapat kontak dari Talu, Malampah yang 20 kilometer saja hampir berat, bayangkan yang di Talu yang cuman 10 kilometer. Tetapi yang pasti seputaran Talamau dengan radius 20 kilometer pasti terdampak," katanya.
Dia menyebut sejumlah daerah yang terdampak seperti Kinali, Malampah, Bonjo, Panti, Lubuk Sikaping, dan wilayah lainnya. Terutama Talu dan Lubuk Sikaping yang lebih terdampak.
Untuk memahami dampak kerusakan, dia mencontohkan Sumbar pernah dilanda gempa yang berat di tahun 2007.
Kemudian lebih berat lagi di tahun 2009, maka gempa di Pasaman Barat ini dampaknya di pertengahan yang tahun 2007 dan 2009 itu.
"Skala kerusakannya kurang lebih diantara itulah, karena di sana banyak pemukiman dan kualitas bangunan relatif rendah. Saat ini sudah ada dua korban tercatat, tapi komunikasi masih terhalang," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, dua gempa darat berurutan di sekitar wilayah Pasaman menggetarkan wilayah Sumatra Barat dan sekitarnya pada Jumat (25/2/2022) pagi.
Baca juga: Cerita Warga Pasaman Barat Saat Gempa Hancurkan Masjid Besar di Kajai
Gempa pertama berkekuatan Magnitudo 5,2 terjadi pada pukul 8.35 WIB, dan gempa kedua dengan kekuatan Magnitudo 6,2 terjadi pada pukul 8.39 WIB.
—