Potensi Bencana Sumbar hingga Desember, Pemerintah Daerah Diminta Siaga

Banjir kota padang, siaga bencana sumbar

Ilustrasi banjir

Langgam.id-Wilayah Sumatra Barat (Sumbar) berpotensi terjadi bencana alam akibat curah hujan yang tinggi hingga puncak musim hujan di bulan November hingga Desember mendatang. Pemerintah kabupaten kota diminta siap siaga untuk mengantisipasi dampak bencana tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Erman Rahman mengatakan, akibat curah hujan tinggi bisa menimbulkan potensi bencana alam banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di berbagai daerah.

“Kami mengimbau kepada masyarakat dalam rangka mengurangi resiko bencana agar waspada, terutama bagi yang berada di daerah rawan bencana,” katanya Sabtu (9/10/2021).

Mengantisipasi dan kesiapsiaagan pemerintah daerah, Gubernur Sumbar juga telah menetapkan status sebagai daerah siaga darurat bencana sampai bulan Desember. Penetapan dilakukan berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Status siaga bencana itu ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumbar Nomor:360/51/BPBD/2021) tentang penetapan status siaga darurat bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di wilayah Sumbar. Surat keputusan ditetapkan dan ditandatangani Gubernur pada Kamis (7/10/2021) di Padang.

“Kita keluarkan surat siaga darurat bencana, ini kan penetapan oleh pemerintah provinsi, jadi dalam rangka kesiapsiagaan maka ini akan ditindaklanjuti oleh kabupaten kota,” katanya.

Baca juga: Gubernur Sumbar Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana hingga Desember

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta melakukan pemetaan daerah-daerah rawan bencana. Hasilnya diinformasikan kepada masyarakat terutama yang berada di wilayah rawan seperti banjir dan masyarakat yang berada di lereng waspada dengan longsor.

“Kita minta kepada kawan-kawan yang di bawah untuk sosialisasikan kepada masyarakat seperti di wilayah bukit yang berpotensi longsor, agar bisa menghindar jika terjadi hujan intensitas tinggi dan mencari tempat yang aman,” katanya.

Penetapan siaga darurat bencana dilakukan sampai bulan Desember karena berdasarkan penilaian BMKG puncak musim hujan terjadi pada bulan November hingga awal Desember. Status siaga bencana ini juga dapat diperpanjang nantinya berdasarkan hasil evaluasi.

Pihaknya dan pemerintah daerah juga terus melakukan sosialiasi dan pelatihan bagi masyarakat dan relawan bencana. Begitu juga dengan persiapan peralatan mitigasi dan penanggulangan bencana terus disiapkan.

Baca Juga

Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy
Kapolda Sumbar Janji Tindak Tegas Anggota Polisi yang Bekingi Tambang Emas Ilegal
Buruh pengupas bawang di Pasar Raya Padang, Minggu (16/8/2026). Foto : Fajar
Respon Buruh Pengupas Bawang Pasar Raya Soal Prabowo Sebut Upah Rp700 Ribu
Kebakaran di Komplek Perumahan Parak Kopi, Damkar Kerahkan 4 Armada dengan 58 Personil 
Kebakaran di Komplek Perumahan Parak Kopi, Damkar Kerahkan 4 Armada dengan 58 Personil 
Kapolda Sumbar Tegaskan Komitmen Berantas Tambang Ilegal: Tak Ada Kompromi dengan Mafia
Kapolda Sumbar Tegaskan Komitmen Berantas Tambang Ilegal: Tak Ada Kompromi dengan Mafia
Presiden Prabowo saat pidato dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, Jumat (14/8)
Presiden Prabowo Perintahkan Panglima dan Kapolri Usut Tambang Ilegal di Daerah
Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BMKG mencatat, hingga saat ini ada 32 titik panas atau hotspot tersebar di Sumbar.
Titik Panas Terpantau di Sumbar Melalui Aplikasi, BPBD: Belum Ada Laporan Kebakaran