Dukung Pendanaan Labor Unand, DPRD Sumbar Minta Gubernur Segera Refocusing Anggaran

Langgam.id-DPRD Sumbar

Gedung DPRD Sumbar. [foto: sumbarprov.go.id]

Langgam.id – Anggota DPRD Sumbar Hidayat meminta gubernur melakukan refocusing anggaran. Hal ini merespon penggalangan donasi oleh Laboratorium Universitas Andalas (Unand) dalam setiap pengambilan swab karena ketiadaan anggaran dari Pemprov Sumbar.

“Siapa bilang anggaran tidak ada. Gubernur saja yang belum berkenan melakukan refocusing anggaran untuk penanganan pandemi covid-19 ini,” katanya, Rabu (4/8/2021).

Ketua Fraksi Partai Gerindra itu mengatakan, soal anggaran, tidak ada persoalan. Tinggal kemauan kepala daerah saja.

Dasar hukumnya jelas sebut Hidayat, yaitu Permenkeu Nomor 17 tahun 2021 tentang Pengelolaan Dana Transfer Daerah 2021 dalam Rangka Mendukung Penanganan Pandemi Covid-9 dan Dampaknya, yang berlaku efektif 16 Februari 2021.

Ia menjelaskan, pada pasal 9 menyebutkan, bahwa pemda menyediakan dukungan pendanaan untuk belanja kesehatan penanganan pandemi covid-19 dan belanja prioritas lainnya.

Pada pasal selanjutnya menyebutkan bahwa dukungan pendanaan tersebut bisa diambilkan dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan atau Dana Bagi Hasil (DBH). Bahkan boleh bersumber dari Dana Instentif daerah (DID).

Hidayat mengungkapkan, jumlah DAU pada APBD Sumbar tahun 2021 mencapai Rp1.949 triliun lebih. Minimal  8 persen boleh diambil dari DAU ini. Sementara DBH tahun 2021 mencapai Rp125 miliar lebih.

Baca juga: Laboratorium Unand Galang Donasi Pengambilan Swab, Buntut Tak Ada Anggaran dari Pemprov Sumbar

“Bahkan bila DAU dan DBH tidak mencukupi, pemda dapat mendanai dari sumber lainnya dalam penerimaan APBD. Yaitu dari DID paling sedikit 30 persen dari Rp50,7 miliar lebih pada tahun 2021,” bebernya.

Berdasarkan Permenkeu dan Surat Edaran Kementerian Keuangan Nomor 2/PK/2021 tentang Penyesuaian Penggunaan Anggaran Transfer Daerah untuk Penanganan Covid-19, dapat digunakan untuk dukungan operasional pelaksanaan vaksin, pemantauan dan penggulangan dampak pandemi covid-19.

Fokus Penanganan Covid-19

Kemudian untuk instentif tenaga kesehatan daerah dalam rangka penanganan pandemi covid-19, untuk belanja kesehatan lainnya.  Dan kegiatan prioritas yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

“Selaku anggota DPRD Sumbar saya meminta dan bermohon sangat kepada gubernur agar fokus dulu dalam pancegahan dan penanganan pandemi covid-19,” harapnya.

Termasuk terang Hidayat, yaitu meminta segera melakukan refocusing anggaran untuk sebagiannya membantu operasional laboratorium Fakultas Kedokteran Unand.

Menurutnya, bicara pencegahan dan penanganan tentu dimaknai dari hulu dan hilir. Termasuk segala komponen yang menyertainya.

Baca juga: Soal Anggaran Laboratorium Unand, Gubernur Sumbar: Semuanya Melalui Mekanisme

Seperti peningkatan fungsi laboratorium untuk pemeriksaan tes sampel untuk mengetahui warga yang terpapar, sehingga mudah dilakukan tracking (pelacakan), tracing (penelusuran) dan testing (pengujian) lebih lanjut.

“Jika datanya tidak valid gara-gara labor tidak berfungsi, bagaimana akan melakukan 3T tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya, Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand terpaksa menggalang donasi untuk setiap pengambilan swab.

Galang donasi ini dilakukan karena Pemprov Sumbar tidak menganggarkan dana untuk laboratorium tersebut  sejak Januari 2021.

Baca Juga

Pemerintah Kota Padang mengajukan pengadaan 1.540 unit tablet Android senilai Rp3 miliar dalam APBD Kota Padang 2026. Ilustrasi Canva
Pemko Padang Anggarkan Rp3 Miliar Lebih Beli 1.500 Tablet Android
Pemain baru Semen Padang Fc Esteban Viscara. Ig: PSISFC
Transfer Pemain Semen Padang Fc, Esteban Viscarra is Back
Hujan deras memicu Longsor terjadi di kawasan Sintijuah Lauik, Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Longsor di Sitinjau Lauik, Truk Tertimpa Material Tanah
Pemko Padang alokasikan anggaran Rp309 juta untuk papan karangan bunga.
Anggaran Karangan Bunga Pemko Padang Capai Rp300 Juta
Ketua DPRD Sumbar Dikritik Usai Bungkam Soal Kasus BSN, Pengamat: Publik Harus Tahu Apa yang Terjadi!
Ketua DPRD Sumbar Dikritik Usai Bungkam Soal Kasus BSN, Pengamat: Publik Harus Tahu Apa yang Terjadi!
pemerintah kota mengalokasi anggaran ratusan juta untuk memoles rumah dinas walikota Padang
Memoles Rumah Dinas Wali Kota Padang di Tengah Pemulihan Bencana