Gelombang Protes Buruh Sumbar: Upah Dipotong, Anggaran BPJS Diduga Digelapkan Perusahaan

Ketua DPD KSPSI Sumbar, Ruli Eka Putra. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id)

Ketua DPD KSPSI Sumbar, Ruli Eka Putra. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id)

Langgam.id – Puluhan massa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sumatra Barat (Sumbar) melanjutkan aksi unjuk rasa ke Kantor DPRD setempat, Senin (4/5/2026). 

Aksi ini merupakan kelanjutan dari aspirasi yang telah disampaikan di Kantor Gubernur Sumbar. Massa buruh sebelumnya kecewa lantaran tidak ditemui oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi.

​Ketua DPD KSPSI Sumbar, Ruli Eka Putra mengatakan, aksi lanjutan ini dilakukan bertujuan untuk menuntut solusi atas nasib pekerja yang dinilai kian memprihatinkan ke wakil rakyat.  

​”Nasib kami terombang-ambing karena status PHK tidak jelas, tidak bekerja namun tidak pula digaji. Ini murni merupakan pelanggaran tindak pidana,” kata Ruli.  

“Kami mempertanyakan mengapa pengawas tenaga kerja seolah tidak mendengar dan ke mana mereka selama ini,” sambungnya.  

​Selain persoalan upah dan status kerja, KSPSI Sumbar juga mengungkap adanya dugaan penggelapan iuran BPJS Ketenagakerjaan oleh perusahaan. 

Ruli menyebutkan bahwa banyak perusahaan di Sumbar secara sepihak memotong upah pekerja, namun dana tersebut tidak disetorkan ke pihak BPJS sehingga terjadi tunggakan yang merugikan buruh saat terjadi kecelakaan kerja.

​”Banyak perusahaan nakal di Sumbar. Oleh karena itu, kami mengusung slogan lawan kapitalisme dan lawan praktik upah murah. Saya menemukan banyak pengusaha yang bersikap arogan terhadap para pekerja,” tambahnya.

​Dalam orasinya, Ruli memberikan peringatan keras kepada para pemilik modal agar tetap mematuhi aturan hukum dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan bisnis di wilayah Sumbar.  

​”Engkau boleh mencari kaya di negeri kami, engkau boleh mencari uang sebanyak-banyaknya di tanah kami. Tetapi ingat, jangan makan hak kami. Berikan upah yang layak, jangan intimidasi kami, dan hargailah kami selaku pekerja yang turut membesarkan perusahaan Anda,” pungkasnya.  (KSR)

Baca Juga

Dua Hari Dicari, Pelajar SMP Tenggelam di Batang Arau Padang Belum Ditemukan
Dua Hari Dicari, Pelajar SMP Tenggelam di Batang Arau Padang Belum Ditemukan
Presiden Prabowo saat pidato dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, Jumat (14/8)
Presiden Prabowo Perintahkan Panglima dan Kapolri Usut Tambang Ilegal di Daerah
Kondisi perlintasan rel Kereta Api di Jalan Adinegoro, Lubuk Buaya, Kota Padang. (Langgam.id/ Ghaffar Ramli)
Bahas Kerusakan Jalan Perlintasan Rel di Lubuk Buaya, Dinas PUPR Padang: Kewenangan Balai KAI!
Kronologi Pelajar SMP Tenggelam di Sungai Batang Arau Padang, Hari Ini Masih Dicari
Kronologi Pelajar SMP Tenggelam di Sungai Batang Arau Padang, Hari Ini Masih Dicari
Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BMKG mencatat, hingga saat ini ada 32 titik panas atau hotspot tersebar di Sumbar.
Kapal TB Simponi Terbakar di Perairan Padang, 1 Orang Meninggal
Sempat Terlihat Berkabut Pagi Hari, DLH Klaim Kualitas Udara Padang Masih Baik
Sempat Terlihat Berkabut Pagi Hari, DLH Klaim Kualitas Udara Padang Masih Baik