3 Kafilah Sumbar Turun di Hari Ketiga STQH Nasional XXVI

Langgam.id-STQH Nasional

Salah satu lokasi lomba STQH Nasional XXVI di Sofifi, Maluku Utara. [foto: Kemenag Sumbar]

Langgam.id – Tiga kafilah Sumbar tampil pada hari ketiga Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) Nasional XXVI di Sofifi, Maluku Utara, Selasa (19/10/2021).

Wakil Pimpinan Kafilah Sumbar Yufrizal mengatakan tiga kafilah Sumbar yang diturunkan tersebut yaitu Rusydi Haris Dwi Putra. Kafilah ini mengikuti lomba Tafsir Bahasa Arab di Aula Dikbud.

Kemudian, juga ada As’ad Bil Fajri yang berlomba di cabang 100 hadits tanpa sanad di Aula PUPR. Serta, Kaisya Fitri mengikuti cabang tilawah anak di Masjid Raya Sofifi.

Yufrizal menjelaskan, babak penyisihan akan berakhir besok. Kemudian, perolehan nilai (ranking) seluruh kafilah yang sudah berjuang di arena lomba akan segera terlihat.

“Ranking 3 besar di masing-masing cabang lomba dan golongan berhak mengikuti lomba selanjutnya atau masuk final,” ujar Yufrizal seperti dilansir di situs resmi Kemenag Sumbar, Selasa (19/10/2021).

Baca juga:  3 Kafilah Sumbar Tersingkir di Babak Penyisihan STQH Nasional 2021

Sementara itu, Ketua Pimpinan Kafilah, Syaifullah optimis Sumbar sukses dan masuk final pada ajang ini.

“Walaupun yang namanya berlomba ada hal diluar kendali mulai dari faktor teknis dan non teknis,” bebernya.

Syaifullah mengharapkan hasil terbaik bagi Sumbar. Ia mohon doa dari seluruh masyarakat Sumbar agar kafilah sukses di babak penyisihan dan maju ke babak final.

Sebelumnya, Kepala Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Sumbar Yufrizal mengatakan, bahwa ada 20 kafilah Sumbar yang berlaga pada empat cabang lomba di STQH Nasional XXVI di Sofifi, Maluku Utara.

Para kafilah ini terangnya, telah menerima bimbingan teknis dari pelatih-pelatih kompeten sebelum diboyong ke Sofifi.

Baca Juga

Langgam.id-cerah berawan
Cuaca Idul Adha 2026 di Sumbar Diprediksi Cerah, Sebagian Cerah Berawan
salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Kondisi huntara di Kapalo Kota, Kota Padang.
Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih
Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar
Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar
TKP tewasnya dua orang pemuda akibat asap genset saat mati lampu massal di Tanah Datar.
Kronologi Kematian Tragis Dua Orang Diduga Keracunan Asap Genset saat Mati Lampu
Ilustrasi mati lampu PLN
Mati Lampu Massal, Berikut Daftar Daerah Terdampak