Warga Anduriang Padang Pariaman Menanti Jembatan Permanen, 7 Bulan Akses Bergantung Ponton

Sejumlah warga Nagari Anduriang menyeberang sungai mengunakan rakit sederhana. (Foto: Ghaffar Ramdi/Langgam.id)

Sejumlah warga Nagari Anduriang menyeberang sungai mengunakan rakit sederhana. (Foto: Ghaffar Ramdi/Langgam.id)

Langgam.id – Sudah tujuh bulan lamanya akses transportasi warga Nagari Anduriang dan Nagari Kayu Tanam di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar), bergantung dengan ponton. Hal ini terjadi sejak jembatan penghubung putus diterjang bencana alam pada akhir 2025 silam.

Sampai saat ini, masyarakat kedua nagari masih mengandalkan ponton untuk menyeberang dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Masyarakat masih menunggu pemerintah segera membangun jembatan permanen.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Padang Pariaman, Hendra Aswara, membenarkan bahwa ponton masih menjadi satu-satunya akses yang dapat digunakan warga untuk melintasi jalur tersebut.

“Saat ini masih menggunakan ponton. Sudah tujuh bulan lamanya,” kata Hendra Aswara kepada Langgam.id, Sabtu (13/6/2026).

Menurut Hendra, Pemkab Padang Pariaman telah mengajukan anggaran sebesar Rp 45 miliar kepada pemerintah pusat untuk pembangunan jembatan permanen di lokasi tersebut.

“Pemerintah daerah masih menunggu pencairan anggaran agar proses pembangunan dapat segera dimulai,” tuturnya.

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan akan langsung dilaksanakan setelah anggaran yang diajukan mendapat persetujuan dan dicairkan oleh pemerintah pusat.

Sebagai bagian dari upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) di bawah koordinasi Kementerian Dalam Negeri telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Jumat (12/6/2026).

Pemkab Padang Pariaman berharap hasil peninjauan tersebut dapat mempercepat proses persetujuan anggaran sehingga pembangunan jembatan permanen segera dimulai dan akses masyarakat kembali normal.

“Tidak mungkin selamanya masyarakat beraktivitas menggunakan pakai ponton. Apalagi saat cuaca hujan yang dapat membahayakan nyawa,” ujarnya. (ICA)

Baca Juga

Simulasi Tsunami Digelar di Padang Pariaman, Siswa Dilatih Kenali Jalur Evakuasi
Simulasi Tsunami Digelar di Padang Pariaman, Siswa Dilatih Kenali Jalur Evakuasi
Salendang Kapalo Samek dan Kampia Siriah Padang Pariaman Masuk Nominasi Kriyanusa 2026
Salendang Kapalo Samek dan Kampia Siriah Padang Pariaman Masuk Nominasi Kriyanusa 2026
BPS mencapat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumatra Barat (Sumbar) melalui pintu masuk BIM adalah sebanyak 6.611 kunjungan.
Wacana BIM Jadi Bandara Syekh Burhanuddin, Pemkab Padang Pariaman: Bukan Wewenang Kami
Beberapa pekan belakangan ini, Kota Padang diselimuti kabut asap. Akan tetapi pada Selasa, terjadi perbaikan kualias udara di Kota Padang
Kualitas Udara Padang dan Padang Pariaman Mulai Membaik, Kini Berada di Level Sedang
Kabut Asap Riau
Kualitas Udara di Padang dan Padang Pariaman Tidak Sehat Siang Ini
Pilu Remaja Perempuan 15 Tahun Dicabuli Bergilir 5 Pria di Padang Pariaman
Pilu Remaja Perempuan 15 Tahun Dicabuli Bergilir 5 Pria di Padang Pariaman