Langgam.id – Sebanyak 86 peserta mengikuti MTQ Nagari Persiapan Lurah Ampalu Timur, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu hingga Minggu (01–02/08/2026). Perlombaan dipusatkan di Masjid Miftahul Jannah, Korong Sawah Liek.
Peserta berasal dari delapan Taman Pendidikan Al-Qur’an dan Taman Pendidikan Qur’an atau TPA/TPQ. Mereka mengikuti empat cabang perlombaan selama dua hari.
MTQ tingkat nagari tersebut diselenggarakan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Negeri Padang tahun 2026. Kegiatan itu menjadi salah satu program kerja mahasiswa selama menjalani KKN.
Panitia menjadikan MTQ sebagai wadah pembinaan bagi anak-anak dan remaja. Kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman kepada peserta yang baru mengikuti perlombaan.
Pelaksanaan hari pertama dimulai dengan registrasi dan pemeriksaan kehadiran peserta. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan MTQ.
Pembukaan dihadiri Pelaksana Tugas Wali Nagari Ampalu dan Penjabat Wali Nagari Persiapan Lurah Ampalu Timur. Pengurus Masjid Miftahul Jannah dan tokoh masyarakat juga menghadiri kegiatan tersebut.
Ketua Pelaksana MTQ, Muhammad Fadhlan, menyampaikan sambutan pada acara pembukaan. Sambutan juga disampaikan Ketua KKN UNP.
MTQ kemudian dibuka perwakilan Kecamatan VII Koto Sungai Sariak. Perlombaan pertama mempertandingkan cabang Tartil Al-Qur’an.
Setiap TPA/TPQ mengirimkan peserta putra dan putri dalam cabang tersebut. Mereka membacakan ayat Al-Qur’an di hadapan dewan juri.

Pada Minggu (02/08/2026), MTQ dilanjutkan dengan tiga cabang perlombaan. Cabang tersebut meliputi azan, Cerdas Cermat Islam, dan Ranking 1.
Peserta mengikuti setiap perlombaan bersama pendamping masing-masing. Masyarakat juga hadir menyaksikan rangkaian kegiatan di Masjid Miftahul Jannah.
Muhammad Fadhlan mengatakan MTQ tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan keagamaan. Peserta juga dapat memperoleh pengalaman sejak usia dini.
Menurutnya, pengalaman tersebut diharapkan mendorong peserta mengikuti MTQ pada jenjang berikutnya. Kegiatan itu juga bertujuan meningkatkan keberanian peserta saat tampil.
“Melalui perlombaan ini, saya berharap lahir bibit-bibit unggul tidak hanya dari satu TPA/TPQ, tetapi dari seluruh TPA/TPQ yang mengikuti MTQ. Saya juga berharap MTQ ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi mampu menumbuhkan semangat dan rasa percaya diri para peserta,” ujar Almanar.
Perwakilan Kecamatan VII Koto Sungai Sariak menyampaikan bahwa MTQ tidak hanya bertujuan mencari juara. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan anak-anak dan remaja.
Peserta diberikan ruang untuk meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an. Mereka juga dilatih membangun kepercayaan diri saat tampil di depan umum.
Pihak kecamatan berharap pembinaan tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Pembinaan diharapkan melahirkan generasi yang dapat mewakili nagari dalam berbagai perlombaan.
MTQ Nagari Persiapan Lurah Ampalu Timur mendapat dukungan pemerintah nagari dan pengurus Masjid Miftahul Jannah. Tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga setempat juga mendukung pelaksanaannya.
Mahasiswa KKN UNP bertugas sebagai penyelenggara dan panitia kegiatan. Mereka mengoordinasikan perlombaan, peserta, pendamping, dan rangkaian acara selama dua hari.
Mahasiswa KKN UNP berharap kegiatan tersebut mempererat silaturahmi masyarakat. MTQ Nagari Persiapan Lurah Ampalu Timur juga diharapkan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an. (*)






