Wacana BIM Jadi Bandara Syekh Burhanuddin, Pemkab Padang Pariaman: Bukan Wewenang Kami

BPS mencapat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumatra Barat (Sumbar) melalui pintu masuk BIM adalah sebanyak 6.611 kunjungan.

Bandara Internasional Minangkabau (BIM) merupakan pintu masuk bagi wisatawan mancanegara ke Sumbar. [foto: IG @nursaidr_]

Langgam.id – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menegaskan, wacana perubahan nama Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi Bandara Syekh Burhanuddin masih sebatas aspirasi dan perlu melalui kajian serta mekanisme yang berlaku.

Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman Hendra Aswara mengatakan, gagasan itu muncul setelah Bupati Padang Pariaman Jhon Kenedy Aziz menerima masukan dari masyarakat terkait nama bandara yang berada di wilayah Kabupaten Padang Pariaman.

Kata Hendra, aspirasi itu kemudian dinilai perlu dikaji lebih lanjut sebelum diajukan kepada pihak yang memiliki kewenangan.

“Itu merupakan aspirasi dari masyarakat. Jadi karena beliau mendengar aspirasi tersebut, perlu dikaji penggantian nama BIM menjadi nama Bandara Syekh Burhanuddin,” ujarnya, Jumat (25/9/2026).

Hendra menjelaskan, Syekh Burhanuddin merupakan salah satu ulama yang memiliki peran dalam perkembangan Islam di Minangkabau. Karena itu, penggunaan nama tersebut dinilai dapat menjadi simbol penguatan nilai keagamaan di tengah masyarakat.

“Di tengah maraknya krisis moral saat ini kita naikkan Syekh Burhanuddin, penguat keislaman,” tuturnya.

Namun, Hendra menegaskan, perubahan nama bandara bukan kewenangan Pemkab Padang Pariaman. Menurutnya, wacana tersebut perlu dibicarakan bersama Pemerintah Provinsi Sumbat sebelum diteruskan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Namun karena ini bukan merupakan ranah kabupaten melainkan provinsi, prinsipnya jika ini jadi atensi bagi pemerintah provinsi dipersilakan. Kalau perlu kajian dan sebagainya tentunya difasilitasi oleh pemerintah provinsi nanti,” jelasnya.

Hingga Jumat (25/9/2026), Pemkab Padang Pariaman juga belum menyurati Pemerintah Provinsi Sumbar terkait rencana perubahan nama BIM.

Hendra menambahkan, dinamika pro dan kontra terhadap wacana tersebut merupakan hal yang mungkin terjadi. Karena itu, keputusan tidak bisa diambil secara sepihak.

“Untuk itu perlu dikaji. Kalau kita sepakat dengan pengkajian itu, dengan adanya perubahan tentunya bersama-sama kita bersepakat,” katanya.

Namun, jika nantinya nama Bandara Internasional Minangkabau tetap menjadi ketetapan, Hendra memastikan Pemkab Padang Pariaman akan mengikuti keputusan pemerintah yang memiliki kewenangan.

“Ketika nama BIM menjadi ketetapan, tentunya kita akan patuh dan sejalan dengan pemerintah provinsi. Bapak bupati juga mengatakan penukaran nama bandara tersebut bukan kewenangan kita di kabupaten, namun wewenang provinsi dan kita tidak bisa memaksakan,” pungkasnya. (WAN)

Baca Juga

BPS Sumbar mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumatra Barat melalui pintu masuk Bandara Internasional Minangkabau (BIM)
Nama BIM Diusulkan Jadi Bandara Syekh Burhanuddin, DPRD Sumbar: Perlu Kajian Komprehensif
BPS Sumbar mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumatra Barat melalui pintu masuk Bandara Internasional Minangkabau (BIM)
Pemkab Padang Pariaman Wacanakan Perubahan Nama BIM, Usung Nama Syekh Burhanuddin
Beberapa pekan belakangan ini, Kota Padang diselimuti kabut asap. Akan tetapi pada Selasa, terjadi perbaikan kualias udara di Kota Padang
Kualitas Udara Padang dan Padang Pariaman Mulai Membaik, Kini Berada di Level Sedang
Kabut Asap Riau
Kualitas Udara di Padang dan Padang Pariaman Tidak Sehat Siang Ini
BPS mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumatra Barat melalui pintu masuk Bandara Internasional Minangkabau
Penumpang Keberangkatan dari BIM Turun 5,95 Persen pada Juli 2026
Kabar gembira bagi masyarakat Padang yang mau berpergian ke Yogyakarta dan Semarang ataupun sebaliknya. Maskapai penerbangan Super Air Jet
Erupsi Anak Krakatau Mereda, Penerbangan Padang-Jakarta Kembali Dibuka Hari Ini di BIM