Terlibat Curanmor, Kabur dan Melawan, Napi Asimilasi di Padang Ditembak Polisi

NAPI ASIMILASI

Napi Asimilasi berinisial DS (37) yang diamankan polisi (Foto: Irwanda/Langgam.id)

Langgam.idKepolisian Resor Kota (Polresta) Padang menangkap seorang pelaku Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) berinisial DS (37). Pelaku diketahui mantan narapidana yang baru bebas pada Maret 2020 karena mendapatkan asimilasi Covid-19.

Pelaku ditangkap di Simpang Cendana, Mata Air, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Selasa (16/9/2020) sekitar pukul 18.00 WIB. Dari penangkapan pelaku, disita satu unit sepeda motor Honda mereka Revo tanpa nomor polisi.

Kapolresta Padang, AKBP Imran Amir mengatakan, pelaku merupakan spesialis curanmor yang beraksi di Kota Padang. Pelaku juga telah empat kali keluar masuk Lembaga Permasyarakatan (LP) dalam kasus yang sama.

Baca Juga: Napi Asimilasi di Padang Kembali Ditangkap Usai Curi 2 Ponsel

Dijelaskan Imran, saat proses penangkapan, pelaku sedang mengendarai angkot dan berupaya kabur serta melawan petugas. Sehingga, pihaknya melakukan tindakan keras terukur dengan menembak kaki pelaku.

“Sempat kejar-kejaran. Sehingga dilakukan tindakan tegas dengan melumpuhkan pelaku, menembak kaki kirinya,” ujar Imran kepada wartawan saat jumpa pers di Polresta Padang, Rabu (16/9/2020).

Menurut Imran, hasil pemeriksaan sementara, sejak bebas karena asimilasi, pelaku telah melancarkan aksinya (mencuri motor) sebanyak 2 kali di Kota Padang. Terakhir, pelaku mencuri motor 19 Juli 2020.

Selain itu, pelaku juga sering menjambret. Dari hasil interogasi, terdapat tiga lokasi penjambretan yang dilakoni pelaku, yaitu menjambret handphone dan dompet.

Baca Juga: 12 Napi Asimilasi karena Corona di Sumbar Kembali Ditangkap

“Kami cukup masif, anggota satreskrim dan jajaran polsek tidak hentinya melakukan penangkapan terhadap pelaku Curanmor dan Pencurian dengan Kekerasan (Curas), terutama jambret. Kami dari Polresta Padang tidak berhenti (mengejar), dimanapun pelaku sembunyi. Kalau melawan, kami berikan tindakan tegas,” katanya. (Irwanda/ZE)

Baca Juga

Bekas luka di tubuh bayi malang dianiaya ayah kandung di Padang. (Foto: Ipda Ghifari untuk Langgam.id)
Cerita Tetangga Ambil Paksa Bayi yang Dianiaya Ayah Kandung di Padang: Saya Menangis, Jejak Luka Banyak
RS Bhayangkara Padang Ungkap Kondisi Bayi yang Dianiaya Ayah Kandung: Infeksi Luas, Tubuh Penuh Gigitan 
RS Bhayangkara Padang Ungkap Kondisi Bayi yang Dianiaya Ayah Kandung: Infeksi Luas, Tubuh Penuh Gigitan 
Penampakan RD, pelaku penganiayaan anak kandung sendiri. (Foto: Dok. Polresta Padang)
Penampakan Ayah Kandung di Padang yang Aniaya Bayinya, Digiring ke Sel Tahanan 
Pemberian nama merupakan salah satu hal yang penting yang dilakukan oleh orang tua kepada buah hatinya yang baru lahir. Apalagi nama ini juga berkaitan dengan dokumen kependudukan.
Kasus Kekerasan Bayi 2 Tahun di Padang, Polisi Sebut Dipicu Faktor Ekonomi dan Alkohol
Bekas luka di tubuh bayi malang dianiaya ayah kandung di Padang. (Foto: Ipda Ghifari untuk Langgam.id)
Bayi 2 Tahun di Padang Dianiaya Ayah Kandung Selama 1 Bulan, dari Sundutan Rokok hingga Gigitan
Massa aksi membakar ban dan menutut keadilan kematian Karim di Balai Kota. (Foto: Fajar Hardiansyah/Langgam.id)
Tuntutan Massa Aksi Kasus Kematian Karim: Copot Kepala Satpol PP Padang, Polisi Usut Tuntas