Siswa MIN 3 Padang Tak Dapat MBG, SPPG Ulak Karang Akui Sempat Kehabisan Dana Operasional

Program MBG hadir sebagai wujud nyata kemerdekaan di bidang gizi. Program yang bukan sekadar bantuan makanan, tetapi investasi bangsa

Program MBG hadir sebagai wujud nyata kemerdekaan di bidang gizi. Program yang bukan sekadar bantuan makanan, tetapi investasi bangsa

Langgam.id – Siswa di MIN 3 Kota Padang tidak menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak Senin (8/6/2026). Pihak sekolah menyebut belum mendapatkan informasi lanjutan, terkait penghentian sementara distribusi MBG tersebut.  

Kepala MIN 3 Kota Padang, M Yusuf, mengatakan sekolah tidak menerima distribusi MBG sejak Senin (8/6/2026) hingga Sabtu (13/6/2026). 

Namun, pada Kamis hingga Sabtu kegiatan belajar mengajar diliburkan karena guru mengikuti kegiatan tertentu.

“Sejak Senin sampai Rabu tidak ada MBG. Kamis, Jumat, dan Sabtu anak libur karena guru ada kegiatan,” kata Yusuf saat dikonfirmasi Langgam.id, Kamis (11/6/2026).

Menurut Yusuf, hingga saat ini pihak sekolah belum memperoleh informasi lanjutan mengenai penyebab tidak disalurkannya MBG kepada siswanya. 

“Untuk saat ini belum ada informasi lanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, MIN 3 Kota Padang mulai menerima Program MBG sejak bulan Ramadan 2026. Selama beberapa bulan terakhir, distribusi makanan untuk siswa berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ulak Karang II.

Sementara itu, Kepala SPPG Ulak Karang II, Fadlurrahman, membenarkan dapur tidak beroperasi pada Senin karena dana operasional telah habis.

“Benar, tidak beraktivitas pada hari Senin karena kehabisan dana,” katanya. 

Ia menjelaskan, dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) baru ditransfer pada Senin sore. Dana yang diterima mencapai sekitar Rp400 juta dan diperkirakan cukup untuk mendukung operasional dapur selama dua pekan ke depan.

“Setelah dana masuk, aktivitas dapur kembali berjalan normal dan proses produksi makanan telah dilanjutkan,” katanya.

Namun demikian, Fadlurrahman mengatakan distribusi MBG ke sejumlah sekolah belum dilakukan karena sebagian sekolah sedang libur kegiatan belajar mengajar. Salah satunya MIN 3 Kota Padang yang meliburkan siswa sejak Kamis hingga Sabtu karena guru mengikuti kegiatan tertentu.

“SPPG Ulak Karang sendiri melayani penerima manfaat di wilayah Ulak Karang dan Gunung Pangilun,” ungkapnya..

Meski demikian, Fadlurrahman menjelaskan  penyebab keterlambatan pencairan dana dari BGN yang mengakibatkan layanan MBG sempat terhenti selama satu hari.

“Mungkin karena saldo top up tidak ada, maka belum mencarikan dananya kemaren,” pungkasnya. (WAN) 

Tag:

Baca Juga

Beredar Surat Edaran Kontribusi Rp2 Juta per SPPG untuk Demo Program MBG Tidak Dihentikan 
Beredar Surat Edaran Kontribusi Rp2 Juta per SPPG untuk Demo Program MBG Tidak Dihentikan 
Aksi di DPRD Sumbar, Ratusan Relawan SPPG Minta Program MBG Tidak Dihentikan
Aksi di DPRD Sumbar, Ratusan Relawan SPPG Minta Program MBG Tidak Dihentikan
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022, BI Sumbar Bawa Rp 5,9 Miliar ke Mentawai
Pengusaha Dapur MBG di Pesisir Selatan Polisikan Yayasan dan Pemilik Lahan, Klaim Rugi Rp1 Miliar
Salah satu SPPG di Kota Padang yang tutup sementara selama libur sekolah. (Langgam.id/ Buliza Rahmat)
Pemilik SPPG di Padang Sebut Relawan MBG Kehilangan Penghasilan: Mereka Penerima Manfaat!
Evaluasi Program MBG, Wako Padang: Pengembangan SPPG Harus Sesuai Aturan
Evaluasi Program MBG, Wako Padang: Pengembangan SPPG Harus Sesuai Aturan
Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat (UM Sumbar) mengalokasikan dana beasiswa senilai Rp6,3 miliar untuk tahun ajaran 2023/2024
MBG di Ranah Minang: Gizi Gratis, Adat Tergadai