Rendang Belalang, Oleh-oleh Wajib Saat Berkunjung ke Sijunjung

kuliner rendang

Rendang belalang (dok.ist)

Langgam.id– Rendang telah dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia versi CNN. Varian rendang pun bermacam-macam. Ada rendang daging, rendang ayam, rendang lokan, rendang telur, dan lain sebagainya.

Namun tak banyak yang tau, varian rendang lainnya hanya bisa kamu temukan di Sijunjung. Namanya rendang belalang. Rendang belalang berasal dari Nagari Sisawah, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung.

Untuk membuat rendang belalang, warga mendapatkan belalang di sawah yang telah selesai panen. Warga Sisawah sudah terbiasa menangkap belalang dengan beramai-ramai dan membawa alat penerang yaitu obor atau senter, serta botol bekas untuk tempat belalang yang telah di dapat.

Tidak semua belalang yang ada di sawah bisa dikonsumsi. Karena ada beberapa jenis belalang yang tidak layak dikonsumsi salah satunya belalang kunyit yang jika dimakan rasanya pahit.

Belalang sendiri jika dikonsumsi memiliki kandungan protein yang tinggi sekitar 24 persen. Lebih tinggi dibanding protein yang ada di daging sapi, domba, dan unggas. Kadar lemak pada belalang juga rendah hanya 1,5 persen.

Baca juga: 8 Pemandian Alam di Padang yang Cocok untuk Habiskan Akhir Pekan

Sebelum dibuat rendang, belakang yang sudah ditangkap tersebut disangrai terlebih dahulu hingga baunya berubah menjadi tidak menyengat lagi. Kemudian dibersihkan membuang bagian kaki dan sayap belalang.

Kemudian siapkan bumbu-bumbu masakan seperti cabe, bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkus, serai kemudian dihaluskan. Selanjutnya masak santan dengan kuali dan perapian tungku kayu. Setelah mendidih, masukkan semua bumbu halus kedalam santan. Setelah santan mengental baru masukkan belalang. Agar menghasilkan rendang belalang yang lezat dan gurih, membutuhkan waktu 2 jam lebih hingga kering dan berwarna kehitaman.

Jika ingin menyantap atau menjadikan rendang belalang sebagai oleh-oleh, kamu bisa datang langsung ke pasar kuliner yang digelar setiap minggunya di Jalan Pasar Inpres, Muaro Sijunjung. Kamu akan menemukan rendang belalang yang dibungkus menggunakan plastik dan dijual hanya dengan harga 6000 per bungkus.(Mg-Sisi/Ela)

Baca Juga

Kebun yang Berubah Jadi Kuburan: Membaca Pembiaran Spasial Tambang Maut Sijunjung
Kebun yang Berubah Jadi Kuburan: Membaca Pembiaran Spasial Tambang Maut Sijunjung
Ket: Citra deforestasi area PETI Sijunjung periode 2020-2024 [Sumber LBH Padang]
LBH Padang Ungkap 14,5 Ribu Hektare Hutan di Sijunjung Rusak karena Tambang Emas Ilegal 
Ket: Citra deforestasi area PETI Sijunjung periode 2020-2024 [Sumber LBH Padang]
LBH Padang: Tragedi Tambang Ilegal yang Menelan Korban Jiwa di Sijunjung Bukan Musibah Alam
Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta (tengah) diwawancarai wartawan. (Foto: Irwanda/Langgam.id)
Kapolda Sumbar Enggan Tanggapi Kasus Tambang Emas Ilegal di Sijunjung yang Menelan Korban Jiwa
Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto saat memberikan penjelasan tentang izin pertambangan rakyat.
Sembilan Penambang Emas Ilegal Meninggal di Sijunjung, Pemprov Sumbar Singgung Kelalaian
9 Orang Meninggal Tertimbun di Lokasi Tambang Emas Ilegal Sijunjung
9 Orang Meninggal Tertimbun di Lokasi Tambang Emas Ilegal Sijunjung