Polisi Selidiki Dugaan Penyerangan Rumah di Solsel, Diduga Terkait Kasus Persetubuhan Anak

Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Polisi meringkus dua orang pelaku pencurian dengan kekerasan atau begal di Padang.

Ilustrasi. [foto: langgam.id]

Langgam.id — Satuan Reserse Kriminal Polres Solok Selatan menyelidiki dugaan penyerangan dan perusakan rumah yang terjadi di Jorong Tanah Galo, Nagari Lubuk Ulang Aling Tengah, Kecamatan Sangir Batang Hari, Solsel, Minggu (31/5/2026). Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan kasus persetubuhan anak yang sebelumnya telah dilaporkan ke polisi.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Solok Selatan AKP Muhammad Yogie Biantoro mengatakan laporan terkait dugaan penyerangan diterima pada Minggu sore. Karena bertepatan dengan hari libur, pemeriksaan terhadap korban dan saksi dijadwalkan berlangsung pada Selasa (2/6/2026).

“Selasa kami akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap korban. Karena laporan masuk saat hari libur, maka baru bisa kami tindak lanjuti secara maksimal pada hari kerja,” kata Yogie, Senin (1/6/2026).

Menurut Yogie, penyidik masih mendalami motif di balik dugaan penyerangan yang dilakukan sekelompok orang terhadap rumah milik Eni Rustika (34).

Berdasarkan informasi awal yang diperoleh polisi, peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan perkara persetubuhan anak yang dilaporkan ke Polres Solok Selatan pada Desember 2025. Dalam kasus itu, keluarga korban melaporkan seorang pria berusia 21 tahun yang diduga menjalin hubungan dengan seorang remaja perempuan berusia 16 tahun.

Meski disebut terjadi atas dasar suka sama suka, pihak keluarga perempuan tidak menerima hubungan tersebut dan memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkannya ke kepolisian.

“Informasi awal yang kami peroleh memang berkaitan dengan perkara yang pernah dilaporkan sebelumnya. Namun, untuk motif penyerangan rumah ini masih kami dalami,” ujar Yogie.

Ia menjelaskan, penyidik telah mendatangi lokasi kejadian dan berupaya meminta keterangan dari pihak yang diduga terlibat pada Minggu. Namun hingga kini yang bersangkutan belum bersedia memberikan keterangan kepada penyidik.

“Minggu kami sudah ke lokasi dan mencoba meminta keterangan. Namun pihak yang diduga terlibat masih belum bersedia dimintai keterangan. Itu juga akan menjadi bagian dari penyelidikan kami,” katanya.

Sebelumnya, Eni Rustika melaporkan dugaan penyerangan dan perusakan rumah yang terjadi pada Minggu sekitar pukul 08.14 WIB. Menurut pengakuan korban, sejumlah orang yang dipimpin pria berinisial SAP alias Sap Doyok mendatangi rumahnya sambil membawa senjata tajam.

Korban menyebut para pelaku melakukan pengancaman, mendobrak pintu rumah, melempari bangunan dengan batu, serta merusak sepeda motor dan kanopi rumah.

Akibat kejadian tersebut, korban memperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp20 juta. Polisi saat ini masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mengungkap secara utuh peristiwa tersebut. (HER)

Baca Juga

Ilustrasi Remaja meninggal
Pria Hanyut di Sungai Batang Hari Masih Belum Ditemukan, Pencarian Dilanjutkan Besok 
Polisi Mulai Selidiki Kasus Bayi Alceo Meninggal di RSUP M Djamil Padang, 8 Orang Dilaporkan
Polisi Mulai Selidiki Kasus Bayi Alceo Meninggal di RSUP M Djamil Padang, 8 Orang Dilaporkan
Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatra bersama Tim Satgas Halilintar PKH melakukan operasi penertiban penambangan emas tanpa izin (PETI)
Tertibkan PETI di Solsel, Gakkum Kehutanan dan Satgas PKH Temukan 4 Ekskavator
Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta mengungkap sebanyak 39 anggotanya dipecat atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) selama 2025.
Ratusan Personel Polda Sumbar Langgar Kode Etik dan Profesi, 39 Dipecat Selama 2025
Pemkab Solok Selatan menyalurkan sebanyak 1.200 stel seragam sekolah gratis bagi murid baru di Kecamatan Pauh Duo untuk Tahun Ajaran
Pemkab Solsel Salurkan 1.200 Seragam Sekolah Gratis di Pauh Duo
Demo DPRD Sumbar, Ojol Tuntut Keadilan atas Kematian Affan Kurniawan
Demo DPRD Sumbar, Ojol Tuntut Keadilan atas Kematian Affan Kurniawan