Langgam.id – Sistem kelistrikan di Sumatra Barat (Sumbar) dipastikan telah kembali normal pada Minggu (24/5/2026) pagi sekitar pukul 05.10 WIB.
Sebelumnya, hingga pukul 04.30 WIB, kondisi sistem kelistrikan Sumbar masih berada di angka 96 persen dengan defisit daya sebesar 29,5 megawatt (MW).
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumbar, Ajrun Karim mengatakan, pada pagi hari masih terdapat sebaran pemadaman di sejumlah kabupaten dan kota di Sumbar.
Namun, cakupan pemadaman tersebut terus mengecil seiring menguatnya sistem kelistrikan.
“Per pagi ini pukul 04.30 WIB, sistem menguat di 96 persen dengan minus defisit daya 29,5 MW. Masih ada sebaran pemadaman di beberapa kabupaten dan kota, tetapi semakin mengecil,” ujarnya kepada Langgam.id
Ia menjelaskan, kondisi pada pagi hari umumnya lebih stabil karena permintaan listrik masyarakat mengalami penurunan dibandingkan malam hari. Hal tersebut membantu proses pemulihan sistem kelistrikan menjadi lebih cepat.
Menurut Ajrun, PLN juga berharap sejumlah pembangkit listrik di berbagai wilayah Sumatera dapat segera sinkron agar kekurangan daya secara keseluruhan dapat terpenuhi dan sistem Sumatera kembali stabil secara bertahap.
“Semoga beberapa pembangkit di seluruh Sumatera bisa sinkron sehingga minus defisit daya secara keseluruhan dapat tercukupi. Insyaallah hari ini sistem Sumatera bisa mulai perlahan stabil,” katanya.
Selanjutnya, pada pukul 05.10 WIB, PLN memastikan sistem kelistrikan Sumbar telah pulih sepenuhnya. Kondisi kelistrikan di wilayah tersebut kini kembali normal seperti biasa.
“Alhamdulillah, pada pukul 05.10 WIB sistem kelistrikan Sumbar sudah bisa 100 persen dan sudah normal seperti biasa,” kata dia. (WAN)






