Peserta Masih Minim Mendaftar, 3 Kelurahan di Padang Batal Jadi Lokasi Pemondokan Penas Tani

Plt Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani mengatakan, sampai H-10 pergelaran Penas Tani XVI di Kota Padang, Sumatra Barat

Wako Padang Hendri Septa saat mendamping Mentan Syahrul Yasin Limpo meninjau lokasi Penas Tani di Lanud Sutan Syahril beberapa hari yang lalu. [foto: Pemko Padang]

Langgam.id – Plt Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani mengatakan, sampai H-10 pergelaran Pekan Nasional Petani dan Nelayan Indonesia (Penas Tani) XVI di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), baru 18 ribu peserta yang mendaftar kegiatan ini.

Mengenai hal itu, menurutnya, berdampak dengan pembatalan tiga kelurahan menjadi lokasi pemondokan peserta. Yoice mengungkapkan, minimnya peserta yang mendaftar dalam Penas Tani XVI kali ini di Padang, disebabkan anggaran APBD kabupaten/kota peserta terbatas.

Hal ini menurutnya berdampak dengan banyak peserta yang tidak ikut. Sampai saat ini, katanya, masih Sumatra Utara (Sumut) menjadi daerah yang paling banyak mengirim peserta.

“Untuk pengiriman peserta tergantung daerah masing-masing, seberapa mampu APBD-nya. Jadi sampai saat ini masih Sumut yang paling banyak mengirim peserta. Berjumlah 1.600 orang,” katanya saat dihubungi langgam.id, Kamis (1/6/2023).

Tidak tercapai target Pemko Padang dengan 35 ribu peserta yang datang ke Padang, terang Yoice, berdampak dengan pembatalan rumah yang telah ditetapkan sebelumya di Kelurahan Kuranji, Koto Tangah, dan Batipuh Panjang yang menjadi lokasi pemondokan.

Yoice menyebut, penetapan pemondokan peserta diprioritaskan di kelurahan yang berdekatan dengan lokasi acara.

“Jadi yang jauh dari Lanud, kita batalkan. Yang kita ambil mulai daerah Parupuk Tabing, Batang Kabung Ganting, Pasia Nan Tigo, Air Tawar Timur, Air Tawar Barat, Dadok Tunggul Hitam, Ulak Karang Utara, Ulak Karang Selatan dan Lapai,” jelasnya.

Untuk kelurahan yang dibatalkan menjadi tuan rumah, sebut Yoice, Pemko Padang sudah menyurati Lurah yang bersangkutan. Terkait dengan adanya beberapa rumah yang sengaja direnovasi untuk penginapan peserta Penas Tani XVI, katanya Pemko Padang tidak akan memberikan ganti rugi.

“Dari awal, kami mendata rumah untuk ditempati menjadi pemondokan, kami sudah memilih rumah yang layak untuk ditempati. Jadi tidak ada sedikitpun imbau untuk renovasi rumahnya, jadi mengenai ini kami tidak memberikan ganti rugi,” jelasnya.

“Kami dari Pemko juga sudah bersurat dengan masing-masing lurah. Yang memberi tahukan kelurahannya tidak dipakai menjadi pemondokan, jadi sudah kami minta bantuan lurah untuk menyampaikan pada masyarakat peserta kita tida mencapai target,” sambungnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo mengunjungi Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Selasa (30/5/2023). Kedatangan Syahrul ini bertujuan untuk memantau kesiapan Kota Padang menjadi tuan rumah Pekan Nasional Petani dan Nelayan Indonesia (Penas Tani) XVI.

Dengan hadirnya kegiatan Penas Tani XVI, ia berharap akan menjadi momentum bagi para peserta untuk menyatukan visi, pandangan, dan gerak. Sehingga menurutnya, akan berdampak dengan arahan pemerintah pusat.

“Dalam kegiatan sebelumnya, pesertanya di bawah 30 ribu orang. Namun di Padang, di dalam undangan ada sebanyak 40 ribu orang yang akan hadir. Jadi kami akan mendorong apa saja yang akan dicapai dari kegiatan ini,” ujarnya.

Menurut Syahrul, dalam kegiatan Penas Tani XVI tidak akan menjadi ajang pameran saja. Ia yakin acara ini akan menjadi ajak komunikasi dan percontohan bagi petani Indonesia.

Dalam kunjungannya ke Padang ini, Syahrul meninjau lokasi gelar percontohan pertanian Penas Tani XVI di area Lapangan Udara (Lanud) Sutan Sjahrir. (yki)

Baca Juga

Langgam.id-Adel Wahidi
Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis
RSUP M Djamil Padang
Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre