Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Pemprov Sumbar Tetapkan Status Siaga Darurat

Banjir yang melanda satu kecamatan di Kabupaten Solok Agustus tahun lalu.

Banjir di Kabupaten Solok Agustus tahun lalu [Foto: BNPB]

LANGGAM.ID— Pemerintah Provinsi Sumatra Barat menetapkan status siaga darurat banjir dan longsor, serta galodo seiring dengan peringatan dini BMKG terkait cuaca ekstrem yang akan melanda wilayah Sumbar hingga akhir tahun.

Status tersebut berlaku sejak 17 September 2025 sesuai dengan Keputusan Gubernur Sumbar Nomor 360-597-2025 tentang status siaga darurat bencana banjir, banjir bandang dan longsor.

“Siaga darurat banjir dan longsor ini ditetapkan hingga Desember 2025,” ujar Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Ilham Wahab saat dihubungi, Selasa (1/10/2025).

Ia menjelaskan keputusan tersebut berdasarkan peringatan dini BMKG bahwa wilayah Sumbar diprediksi akan dilanda cuaca ekstrem pada musim hujan tahun ini. Pemerintah melalui BPBD menyiapkan sejumlah langkah mitigasi terkait potensi bencana yang dipicu oleh cuaca ekstrem tersebut.

BPBD Sumbar, sambung Ilham telah melakukan rapat koordinasi dengan stakeholder terkait di tataran pemerintah provinsi dan kabupaten kota untuk memperkuat langkah mitigasi dan penanggulan bencana. Termasuk juga memeriksa seluruh kesiapan personel dan kelengkapan alat logistik.

“Sejauh ini kesiapan dan kelengkapan cukup untuk memperkuat mitigasi serta upaya penanggulangan jika terjadi bencana banjir atau longsor. Personil serta alat logistik di BPBD kabupaten kota juga telah disiagakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, BPBD juga mulai menggencarkan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat, seperti pemasangan rambu-rambu area rawan bencana seperti galodo, longsor serta petunjuk evakuasi. Khusus untuk mitigasi galodo, perangkat peringatan dini, kamera pemantau di hulu sungai juga telah disiapkan sebagai upaya mitigasi bencana galodo di kawasan Gunung Marapi.

Ilham menambahkan, berdasarkan pemantauan sejauh ini beberapa wilayah yang rawan banjir di kawasan pesisir pantai. Kemudian untuk wilayah rawan longsor di Limapuluh Kota, Agam dan Pasaman.

BPBD mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan mengingat wilayah Sumbar akan memasuki musim penghujan. Ditambah dengan peringatan dini dari BMKG akan potensi cuaca ekstrem. (fx)

Baca Juga

Polda Sumbar Tangkap 21 Orang di Padang dalam Kasus Narkoba 
Polda Sumbar Tangkap 21 Orang di Padang dalam Kasus Narkoba 
Alat berat membersihkan material longsor di Nagari Sungai Gambir Sako Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Pesisir Selatan
Enam Hari Pascabanjir, Warga Rahul Tapan Pessel Butuh Bantuan Sembako hingga Peralatan Sekolah
Tak Disanksi Pidana, Yogi Bakal Benahi Izin Jasa Internet Starlink di Mentawai
Tak Disanksi Pidana, Yogi Bakal Benahi Izin Jasa Internet Starlink di Mentawai
BPBD Kota Padang Catat 110 Korban Banjir Masih Mengungsi
BPBD Kota Padang Catat 110 Korban Banjir Masih Mengungsi
Asap menyelimuti Kota Padang, Jumat (4/9/2026).
Sumbar Minim Titik Api, BMKG Sebut Kepulan Asap Datang dari Luar Sumbar
Pemuda mentawai Yogi terdakwa kasus penyediaan jasa telekomunikasi ilegal saat sidang putusan di Pengadilan Negeri Padang, Kamis (15/10/2026). Foto: Ghafar/Langgam
Sidang Internet Ilegal, Majelis Hakim Putuskan Pemuda Mentawai Yogi Tak Dijatuhi Pidana