Perda Covid-19 Sumbar Masih Diproses Kemendagri, Sanksi Belum Boleh Diterapkan

perda kemendagri, Relawan Covid-19 payakumbuh

Ilustrasi - masker pelindung dari virus corona (Foto: iira116/pixabay.com)

Langgam.id – Peraturan Daerah (Perda) Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Sumatra Barat (Sumbar) masih diproses di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sebelum semua proses selesai, Perda tersebut belum boleh diterapkan.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat rapat paripurna di DPRD Sumbar menjelaskan dirinya sudah kontak dengan Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri. Berdasarkan komunikasi, ia dijanjikan bahwa Kemendagri akan segera selesaikan proses Perda tersebut.

“Namun hari ini saya belum cek lagi, mudah-mudahan sudah keluar, nanti saya kontak lagi, tapi secara prinsip sudah mendapatkam dukungan langsung oleh Pak Mendagri dan Pak Dirjen,” katanya di Gedung DPRD Sumbar, Senin (21/9/2020).

Menurutnya, karena sudah prinsipnya disetujui maka secara konten Perda tersebut kemungkinan besar tidak akan ada perubahan. Irwan menyebut perda itu sudah disetujui secara prinsip.

Baca juga: Sanksi Perda Covid-19 di Padang Mulai Berlaku Besok

Selain itu, Pemprov sudah mensosialisasikan perda tersebut hingga ke tingkat daerah. Sudah ada banyak edaran dan pembentukan tim terpadu. Jadi walaupun belum ada nomor dan belum tercatat di lembaran daerah, tetap disosialisasikan ke tengah masyarakat.

“Sosialisasi tetap jalan terus, bupati wali kota juga sosialisasi dengan tim penegak hukumnya, masyarakat juga sudah semakin banyak yang tahu,” katanya.

Terkait Pemko Padang yang mulai menerapkan sanksi Perda, menurutnya hal itu masih sosialisasi. Kalaupun menerapkan sanksi, maka itu bisa dilakukan sesuai Pergub nomor 37 tahun 2020. Sedangkan kalau sanksi sesuai perda belum boleh dilaksanakan.

“Saya rasa itu masih sosialisasi mungkin, kalau ingin menerapkan sanksi administratif boleh saja sesuai pergub dan aturan bupati walikota, kalau sesuai perda belum, kan belum keluar nomornya,” katanya.

Selain itu menurutnya, perda juga harus dilaksanakan bersama polisi dan kejaksaan. Sementara polisi maupun jaksa pasti tidak akan mau bekerja jika perda belum ditetapkan oleh Kemendagri.

“Polisi dan jaksa tidak mungkin bekerja kalau perda belum ada nomornya, jadi itu masih rencana kali yang di Padang itu, kalaupun ada sanksi administratif boleh saja sesuai pergub,” katanya. (Rahmadi/ABW)

Baca Juga

Potret dari udara banjir menerjang perumahan Lumin Park, Kota Padang, Sabtu (10/10/2026). IST
Banjir Berulang Kota Padang, Tata Ruang Lumin Park Dinilai Bermasalah
Warga Kampung Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang melihat kondisi rumah pascabanjir. Foto: Fajar/Langgam
Pemko Padang akan Relokasi Rumah di Kawasan Rawan, Warga Korban Banjir Enggan Pindah
Alat berat membersihkan material longsor di Nagari Sungai Gambir Sako Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Pesisir Selatan
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Usai Dilanda Banjir dan Longsor
12 Titik Longsor, Nagari Sungai Gambir Sako Tapan Terisolasi Dua Hari
12 Titik Longsor, Nagari Sungai Gambir Sako Tapan Terisolasi Dua Hari
Posko Kesehatan Polda Sumbar, Korban Banjir Padang Keluhkan Gangguan Kesehatan
Posko Kesehatan Polda Sumbar, Korban Banjir Padang Keluhkan Gangguan Kesehatan
Guru dan Siswa SMPN 41 Padang Berjibaku Bersihkan Lumpur Sisa Banjir, Minta Pemko Sediakan Eskavator
Guru dan Siswa SMPN 41 Padang Berjibaku Bersihkan Lumpur Sisa Banjir, Minta Pemko Sediakan Eskavator