Pengamat: Pernyataan Puan Soal Pancasila Bentuk Kekecewaan Kalah di Sumbar

Pengamat: Pernyataan Puan Soal Pancasila Bentuk Kekecewaan Kalah di Sumbar

Puan Maharani (Instagram)

Langgam.id – Pernyataan Ketua DPR RI Puan Maharani menyinggung Pancasila dan Sumbar dianggap sebagai bentuk kekecewaan karena kalah dalam pemilu 2019 di Sumatra Barat (Sumbar). Padahal tokoh-tokoh di Sumbar berperan dalam pembentukan pancasila.

Sejarawan Politik Universitas Andalas (Unand) Padang, Israr Iskandar mengatakan kalau disimak pernyatan dan harapan Ketua DPR RI Puan Maharani tentang semoga Sumbar mendukung Pancasila  memicu reaksi banyak kalangan, terutama di Sumbar. Seolah selama ini Sumbar kurang mendukung Pancasila. Selain itu, Megawati Soekarnoputri juga mempertanyakan mengapa partainya sulit menang di Sumbar.

“Walaupun pernyataan itu disampaikan dalam konteks pemberian dukungan PDIP terhadap pasangan Mulyadi-Ali Mukhni dalam Pilgub 2020, namun pernyataan itu terlanjur menjadi ‘bola panas’ yang dapat mendegradasi citra PDIP di kalangan masyarakat Minang sekaligus pamor cagub-cawagubnya sendiri,” katanya, Kamis (3/9/2020).

Baca juga: Mulyadi-Ali Mukhni Kantongi Dukungan PDIP di Pilgub Sumbar

Sekalipun sudah diklarifikasi, namun kalau dilihat secara substansi, pernyataan Puan memang seolah mewartakan sikap, persepsi dan pandangan petinggi partai berlogo banteng itu terhadap masyarakat Sumbar secara keseluruhan.

Persepsi itu, kata Israr, biasanya tak hanya dibangun berdasarkan pembacaan terhadap sejarah, tetapi juga perkembangan politik mutakhir, khususnya kekecewaan PDIP dalam Pemilu 2019 lalu di Sumbar yang jauh melorot dibandingkan sebelum sebulmnya. Selain itu, Presiden Joko Widodo yang diusung PDIP juga mengalami kekalahan di Sumbar saat pemilu.

“Kalau persepsi dibangun atas pembacaan terhadap sejarah, Puan tentu bisa didebat orang. Apakah yang mendasari pernyataannya itu? Apakah karena masyarakat daerah ini pernah mendukung PRRI?  Ataukah sekedar karena orang Sumbar tak memilih PDIP dalam pemilu-pemilu?,” ujarnya.

Menurutnya orang Sumbar jelas memiliki kontribusi besar dalam sejarah Republik, termasuk sejarah perumusan Pancasila. Ia mengingat kontribusi Yamin, Hatta, Agus Salim, dan lainnya. Meski ada sejarah PRRI yang dianggap tidak Pancasilais, gerakan itu merupakan koreksi terhadap pelanggaran Pancasila walaupun ahirnya tergelincir pada gerakan disintegrasi.

“Pernyataan Puan bisa tergelincir pada sejenis sikap hegemonik atas pemaknaan Pancasila juga, seolah satu keompok lebih Pancasilais dibandingkan kelompok lain. Hal itu jelas bersifat kurang bijak,” katanya.

Baca juga: Megawati Heran Masyarakat di Sumbar Belum Suka PDIP

Sebelumnya, diketahui, Ketua Umum PDIP Megawati mempertanyakan warga Sumbar yang belum pernah percaya kepada PDIP. Megawati menyebutkan hal ini ketika acara deklarasi atau dukungan terhadap calon-calon kepala daerah dari PDIP untuk Pilkada serentak 2020. PDIP sendiri di Pilkada Sumbar memberikan dukungan resmi untuk pasangan calon Mulyadi (Demokrat)- Ali Mukhni (PAN).

Selain Mega, Ketua DPR RI Puan Maharani juga mengatakan harapannya agar Sumbar menjadi pendukung negara Pancasila.

“Untuk Provinsi Sumatra Barat, rekomendasi diberikan kepada Ir. Mulyadi dan Drs. H. Ali Mukhni. Merdeka! Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila,” kata Puan. (Rahmadi/ABW)

Baca Juga

Semen Padang akan menjamu Bhayangkara FC Lampung pada pekan kesembilan Liga Super League 2025/2026, Senin sore (20/10/2025) di Stadion Haji
Lawan Persis Solo, Semen Padang FC Bidik Kemenangan Sebelum Jeda Paruh Musim
Banjir bandang merendam pemukiman wawrga di Kota Padang, Jumat (28/11/2025). BPBD
Bencana Picu Inflasi Sumbar Melambung Tinggi
Presiden Prabowo saat meninjau pembangunan Huntara untuk korban banjir di Kabupaten Agam.
Pemerintah Bangun 750 Huntara untuk Korban Banjir Sumbar
Jaime Giraldo pemain baru Semen Padang
Jaime Giraldo Resmi Gabung ke Semen Padang FC
Wali Kota Padang Panjang Lantik 10 Pejabat Eselon II, Zia Ul Fikri Jabat Kepala BPKD
Wali Kota Padang Panjang Lantik 10 Pejabat Eselon II, Zia Ul Fikri Jabat Kepala BPKD
Banjir bandang di Nagari Batang Pisang, Jorong Pasa, Nagari Maninjau, Kabupaten Agam Jumat dini hari (2/1/2026).
Banjir Bandang Kembali Terjang Maninjau, Akses Lubuk Basung–Bukittinggi Terputus