Pengamat Nilai Reaktivasi Jalur KA Bisa Kurangi Ketergantungan Kendaraan Pribadi di Sumbar

Pengamat Nilai Reaktivasi Jalur KA Bisa Kurangi Ketergantungan Kendaraan Pribadi di Sumbar

Pengecekan rel kereta api di KAI Divre II Sumbar. (Foto: Dok. Humas)

Langgam.id – Reaktivasi sejumlah jalur kereta api (KA) di Sumatra Barat (Sumbar) dinilai dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Selain memperkuat transportasi umum massal, keberadaan KA juga dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Pengamat transportasi Yostrizal mengatakan, reaktivasi jalur KA sebenarnya sudah berlangsung di Sumbar. Namun, pengoperasiannya belum mencakup seluruh jalur yang pernah tersedia.

Menurutnya, jika reaktivasi diarahkan pada jalur Kayu Tanam-Padang Panjang-Bukittinggi-Payakumbuh serta Padang Panjang-Solok-Sawahlunto, langkah tersebut akan memberikan manfaat besar bagi mobilitas masyarakat.

“Kalau yang dimaksud jalur Kayu Tanam-Padang Panjang-Bukittinggi-Payakumbuh serta Padang Panjang-Solok-Sawahlunto, ini tentu sangat positif,” kata Yostrizal, Selasa (29/9/2026).

Ia menilai jalur Kayu Tanam-Padang Panjang-Bukittinggi-Payakumbuh memiliki urgensi tinggi. Sebab, jalur Padang-Bukittinggi melalui Padang Panjang selama ini menjadi salah satu ruas dengan aktivitas lalu lintas yang padat dan rentan terganggu ketika terjadi bencana.

“Apalagi tol belum selesai. Kalau tol selesai, bukan berarti kereta api tidak penting lagi, tapi tentu masalah kemacetan jalur tersebut sudah lebih bisa diatasi,” ujarnya.

Kata Yostrizal, kereta api memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan transportasi berbasis jalan raya. Moda transportasi tersebut dapat mengangkut penumpang dalam jumlah besar dengan penggunaan energi dan ruang yang relatif lebih efisien.

“Kereta api lebih sustainable dibanding jalan raya karena lebih efisien, kapasitas besar dan butuh energi yang relatif lebih kecil serta penggunaan ruang yang lebih kecil juga,” katanya.

Selain menjadi moda transportasi alternatif, keberadaan jalur KA juga penting sebagai jalur cadangan ketika transportasi darat mengalami gangguan akibat bencana maupun kepadatan lalu lintas.

Yostrizal mengungkapkan masyarakat Sumbar membutuhkan transportasi umum massal seperti KA. Namun, kebutuhan tersebut belum selalu dirasakan karena masyarakat telah terbiasa menggunakan kendaraan pribadi.

“Masyarakat Sumbar sangat butuh dengan transportasi umum massal ini. Hanya saja kadang banyak masyarakat tidak sadar bahwa mereka membutuhkannya, karena telah terbiasa dengan penggunaan angkutan pribadi walaupun sering mengalami macet,” ujarnya.

Ia menyebut penggunaan KA juga memberikan keuntungan bagi masyarakat dari sisi waktu dan kenyamanan. Penumpang tidak harus berkonsentrasi mengemudi sehingga waktu perjalanan dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas.

“Masyarakat tidak perlu menyetir dan tidak perlu mengisi BBM, sehingga waktu dalam perjalanan bisa dimanfaatkan untuk bercengkerama, bekerja atau menikmati perjalanan dengan musik sambil melihat pemandangan yang indah,” katanya.

Lanjut Yostrizal, keberadaan jalur KA juga berpotensi memengaruhi pola mobilitas masyarakat dan persebaran penduduk. Warga yang tinggal di Padang Panjang, misalnya, dapat memiliki pilihan untuk bekerja di Padang maupun Bukittinggi dengan menggunakan kereta api.

Tak hanya untuk penumpang, Yostrizal menilai reaktivasi jalur KA juga penting untuk mendukung angkutan barang. Komoditas pertanian, perkebunan, pertambangan hingga kebutuhan logistik dapat diangkut menggunakan KA dengan biaya yang lebih efisien.

“Pada saat panen besar, hasil ini mudah disebarkan ke berbagai daerah sehingga mengurangi penumpukan dan pembusukan di lokasi produksi,” jelasnya.

Ia menambahkan, semakin banyak masyarakat yang beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal, semakin besar pula potensi pengurangan volume kendaraan di jalan raya.

“Manfaat terbesar adalah jika KA dimanfaatkan secara maksimal, yakni lancarnya arus pergerakan orang dan barang dari pusat-pusat kegiatan,” pungkasnya. (WAN)

Baca Juga

Petugas KAI melakukan perawatan rel kereta api. (Foto: KAI Sumbar)
Dishub Sumbar Dukung Rencana Reaktivasi Rel KA: Bisa Kurangi Beban Jalan dan Hidupkan Pariwisata
Perlintasan kereta api Jalan Adinegoro, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. (Foto: Langgam.id/ Ghaffar Ramdi)
Jalan Perlintasan Rel Lubuk Buaya Rusak dan Berlubang, Berpotensi Picu Kecelakaan
Langgam.id-kereta api kayu tanam - BIM
Pakar Ungkap Tantangan Berat Reaktivasi Kereta Api di Sumbar, Tak Sekadar Membangun Rel!
Dua pelaku pencurian dan satu orang penadah besi bantalan rel kereta api milik Dirjen Perkeretaapian ditangkap Polres Padang Panjang.
Curi 4 Ton Besi Rel KA, 3 Pelaku Ditangkap Polres Padang Panjang
Kondisi jalur kereta api non aktif di beberapa daerah di Sumatra Barat (Sumbar) sangat memprihatinkan. Hal ini terjadi pencurian rel
BTP Padang: Banyak Kasus Pencurian Rel dari 2022 Hingga Saat Ini, Kerugian Capai Rp3,3 M
Langgam.id - Pertamina Patra Niaga PT Pertamina (Persero) menurunkan atau menyesuaikan harga sejumlah BBM non subsidi.
Kualitas Pertalite Dikeluhkan Pengendara, Pertamina Belum Pastikan Ganti Rugi