Langgam.id – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumatra Barat (Sumbar) Dedy Diantolani mendukung wacana reaktivasi jalur kereta api (KA) di Sumbar. Keberadaan kembali jalur KA dapat memperkuat angkutan logistik, terutama untuk mengangkut hasil tambang dari Sawahlunto.
Dukungan tersebut disampaikan Dedy menanggapi wacana reaktivasi jalur KA yang disampaikan Anggota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade melalui akun Instagram pribadinya, Selasa (29/9/2026).
Dedy mengatakan, penggunaan kereta api sebagai moda angkutan barang dapat mengurangi beban kendaraan berat di jalan raya. Dengan begitu, penggunaan dan umur infrastruktur jalan juga dapat lebih terjaga.
“Apresiasi itu kalau betul-betul terlaksana. Apalagi tambang di Sawahlunto akan diaktifkan kembali. Ini akan mendukung sekali untuk logistik ataupun hasil tambang dari Sawahlunto dibawa dengan kereta api,” ujar Dedy kepada Langgam.id, Selasa (29/9/2026).
Kata Dedy, pengangkutan barang menggunakan kereta api juga menjadi salah satu bentuk efisiensi dalam menjaga infrastruktur jalan.
“Ini, kan, penghematan jalan, memperpanjang umur jalan. Kalau dengan kereta api, pasti kita dukung,” ungkapnya.
Dedy menambahkan, Pemprov Sumbar siap berkolaborasi dengan pihak terkait apabila rencana reaktivasi jalur KA tersebut benar-benar direalisasikan. Hal itu termasuk jika terdapat jalur yang saat ini telah dihuni masyarakat.
“Kalau memang itu akan dilaksanakan, Pemprov mendukung. Tentu kita akan berkolaborasi. Apa pun nanti yang dikolaborasikan dengan Pemprov, Pemprov akan bantu bagaimana realisasi reaktivasi itu,” tegasnya.
Meski demikian, Dedy menyebut hingga kini belum ada penyampaian resmi dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) maupun Balai Teknik Perkeretaapian terkait rencana tersebut kepada Pemprov Sumbar.
“Belum, secara resmi belum ada. Diterima dari KAI ataupun dari Balai Teknik Perkeretaapian, kita baru dengar justru dari Pak Andre melalui media,” tuturnya.
Jika terealisasi, Dedy mengungkapkan jalur KA berpotensi digunakan untuk angkutan barang, termasuk hasil tambang dari Sawahlunto.
“Yang jelas tentu akan ada untuk angkutan barang, setidak-tidaknya untuk tambang, angkutan tambang nanti,” jelasnya. .
Selain mendukung sektor logistik, Dedy menilai reaktivasi jalur KA juga berpotensi memberikan dampak terhadap sektor pariwisata. Terlebih, jalur tersebut melewati sejumlah kawasan wisata di Sumbar.
Ia menyebut rute yang diwacanakan mencakup Padang, Lembah Anai, Padang Panjang hingga Sawahlunto dan melintasi kawasan Singkarak.
“Di samping itu, ini juga akan menghidupkan pariwisata. Apalagi reaktivasi itu jalurnya dari Padang, Lembah Anai, Padang Panjang, Sawahlunto, tentu melalui Singkarak juga. Ini akan meningkatkan perekonomian masyarakat dari sektor pariwisata,” kata dia.
Dedy berharap rencana reaktivasi jalur KA tersebut dapat direalisasikan. Ia juga berharap pihak-pihak yang memiliki kewenangan, termasuk di lingkungan BUMN, dapat ikut mendorong agar rencana tersebut terealisasi. (WAN)






