Jalan Perlintasan Rel Lubuk Buaya Rusak dan Berlubang, Berpotensi Picu Kecelakaan

Perlintasan kereta api Jalan Adinegoro, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. (Foto: Langgam.id/ Ghaffar Ramdi)

Perlintasan kereta api Jalan Adinegoro, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. (Foto: Langgam.id/ Ghaffar Ramdi)

Langgam.id – Kerusakan jalan di perlintasan kereta api Jalan Adinegoro, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), memicu kecemasan pengendara. Lubang-lubang jalan di sekitar rel bisa memicu bahaya, terutama saat hujan dan malam hari.

Pantauan Langgam.id di lokasi, Sabtu (1/8/2026), sekitar pukul 11.30 WIB, menunjukkan kondisi badan jalan di perlintasan rel masih dipenuhi lubang di sisi rel.

Selain itu, permukaan jalan di antara rel tampak lebih rendah dibandingkan besi rel. Akibatnya, kendaraan harus melewati rel yang menonjol dan menimbulkan guncangan, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Perlintasan tersebut berada di jalur utama yang menghubungkan pusat Kota Padang dengan kawasan Koto Tangah, Bandara Internasional Minangkabau (BIM), hingga Kabupaten Padang Pariaman.

Tingginya volume kendaraan yang melintas setiap hari membuat kerusakan di titik tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Selama pemantauan, sejumlah mobil terlihat menghantam lubang saat melintasi rel. Sementara itu, pengendara sepeda motor tampak memperlambat laju kendaraan sebelum melewati perlintasan. Sebagian lainnya memilih berpindah jalur untuk menghindari lubang yang dianggap berisiko.

Salah seorang pengendara sepeda motor, Rafli, mengaku selalu berhati-hati setiap kali melintasi lokasi tersebut. Menurutnya, kondisi jalan rusak sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya perbaikan.

“Kalau siang mungkin lubangnya masih bisa dilihat. Tapi kalau hujan atau malam hari sangat berbahaya karena tertutup air. Pengendara bisa saja langsung menghantam lubang atau kehilangan keseimbangan. Harapan kami tentu segera diperbaiki supaya tidak ada korban,” ujarnya.

Sebagai pengguna jalan yang hampir setiap hari melewati kawasan itu, Rafli sering melihat pengendara terpaksa mengurangi kecepatan secara mendadak.

“Kondisi tersebut juga bisa menyebabkan kecelakaan apabila kendaraan di belakang tidak menjaga jarak aman,” imbuhnya.

Keluhan serupa disampaikan Zahra, pemilik warung yang berada hanya beberapa meter dari perlintasan rel. Dari warungnya, ia mengaku hampir setiap hari menyaksikan pengendara mengalami kesulitan saat melintasi jalan yang rusak.

“Sudah lama rusaknya seperti ini. Kalau hujan lubangnya tidak kelihatan. Banyak motor yang oleng saat melewati rel, bahkan ada yang jatuh. Mobil juga sering terdengar menghantam lubang dengan keras,” katanya.

Menurut Zahra, kerusakan jalan di sekitar rel tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran warga akan potensi kecelakaan yang lebih serius apabila belum segera diperbaiki.

“Saya berharap pihak yang berwenang segera melakukan perbaikan karena jalan adalah salah satu ruas jalan yang padat setiap hari,” katanya. (ICA)

Baca Juga

Kronologi Penggerebekan Lokasi Promosi Judol di Padang, 25 Orang Diamankan
Kronologi Penggerebekan Lokasi Promosi Judol di Padang, 25 Orang Diamankan
Bofet di Simpang Haru Padang Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa
Bofet di Simpang Haru Padang Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa
MGMP Bahasa Inggris SMP Kota Padang Dorong Pemanfaatan AI untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran
MGMP Bahasa Inggris SMP Kota Padang Dorong Pemanfaatan AI untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran
Disdik Padang Soal Siswi SD Meninggal: Tidak Ditemukan Indikasi Perundungan
Disdik Padang Soal Siswi SD Meninggal: Tidak Ditemukan Indikasi Perundungan
Warga Pauh Dilaporkan Hilang di Hutan Unand
Warga Pauh Dilaporkan Hilang di Hutan Unand
Dinas Pendidikan Padang Bakal Panggil Kepsek dan Guru SDN 33 Rawang, Dalami Dugaan Perundungan Berujung Maut
Dinas Pendidikan Padang Bakal Panggil Kepsek dan Guru SDN 33 Rawang, Dalami Dugaan Perundungan Berujung Maut