Langgam.id – Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian mengingatkan masyarakat Kota Padang untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa bumi dan likuefaksi.
Peringatan itu disampaikan Rustian saat menghadiri peringatan 17 tahun gempa Padang di Monumen Gempa Padang, Rabu (30/9/2026). Ia menyebut Kota Padang memiliki risiko bencana yang tinggi sehingga upaya mitigasi perlu terus diperkuat.
“Kota Padang indeks risiko bencananya merah,” kata Rustian.
Menurutnya, tingginya risiko bencana harus diimbangi dengan kesiapsiagaan masyarakat serta keterlibatan seluruh unsur dalam upaya penanggulangan bencana.
Rustian mengatakan, risiko bencana dapat dikurangi melalui mitigasi dan kerja sama berbagai pihak. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah pemahaman masyarakat mengenai jalur dan lokasi evakuasi ketika bencana terjadi.
“Masyarakat harus tahu di mana jalur evakuasi dan tempat evakuasi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa gempa bumi berkekuatan besar dapat menimbulkan dampak ikutan, salah satunya likuefaksi di wilayah dengan kondisi tanah tertentu.
“Kalau gempa dahsyat diikuti likuefaksi, dampaknya bisa bermacam-macam,” katanya.
Karena itu, Rustian mengajak seluruh unsur masyarakat untuk memperkuat kesiapsiagaan dan bekerja sama dalam mengurangi risiko bencana di Kota Padang.
“Risikonya bisa kita kelola dan kurangi dengan kebersamaan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rustian juga menyinggung penanganan bencana di tiga provinsi yang mendapat dukungan anggaran pemerintah pusat.
Menurutnya, anggaran tersebut mencakup penanganan infrastruktur, perumahan masyarakat, serta pembangunan pascabencana.
Ia berharap kerja sama seluruh pihak dapat memperkuat upaya penanganan dan pemulihan bencana.
“Semoga dengan kebersamaan, bencana yang dahsyat bisa kita tangani,” tuturnya. (WAN)






