Orang Tua Siswa di Padang Nilai Pembelajaran Tatap Muka Lebih Baik daripada PJJ

Langgam.id – Orang tua siswa di Kota Padang menilai pembelajaran tatap muka lebih efektif dibandingkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Selain memudahkan anak memahami materi pelajaran, pembelajaran langsung di sekolah juga membantu orang tua yang kesulitan mendampingi anak belajar di rumah.

Salah seorang orang tua siswa SD Negeri 03 Alai, Yudi mengatakan pembelajaran tatap muka lebih baik karena siswa dapat berinteraksi langsung dengan guru. Menurutnya, cara tersebut memudahkan anak memahami pelajaran dibandingkan belajar dari rumah.

“Lebih baik anak-anak sekolah tatap muka daripada PJJ. Tapi, karena kondisi udara Kota Padang sedang tidak baik, mau tidak mau anak-anak harus belajar dari rumah,” kata Yudi, Kamis (22/10/2026).

Yudi mengatakan, meski pembelajaran tatap muka lebih disukai, kondisi kualitas udara di Kota Padang membuat siswa harus kembali menyesuaikan diri dengan kebijakan pembelajaran yang diterapkan pemerintah.

Sementara itu, Kepala SDN 03 Alai, Anri mengatakan sebagian orang tua juga lebih memilih anak mereka kembali belajar di sekolah. Sebab, tidak semua orang tua memiliki waktu untuk mendampingi anak belajar di rumah karena harus bekerja.

“Kalau kita lihat permintaan orang tua, mereka lebih memilih untuk tatap muka,” ujar Anri.

Menurut Anri, pelaksanaan PJJ juga menghadapi sejumlah kendala. Selain keterbatasan telepon seluler pada sebagian keluarga, siswa dinilai lebih sulit berkonsentrasi saat belajar dari rumah.

“Kalau di PJJ ini tidak maksimal, karena banyak siswa yang bermain dan tidak belajar. Kalau tatap muka lebih maksimal karena lebih fokus dan interaksi antara guru dan murid itu lebih terjalin,” katanya.

Pada hari pertama kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka, Kamis (22/10/2026), tingkat kehadiran siswa SDN 03 Alai mencapai sekitar 98 persen dari total 733 siswa.

Berdasarkan pantauan Langgam.id sekitar pukul 09.00 WIB, kegiatan belajar berlangsung di dalam kelas. Guru mengajar secara langsung, sementara sejumlah orang tua terlihat menunggu anak mereka di luar sekolah.

Anri mengatakan siswa antusias kembali belajar bersama guru di kelas. Meski demikian, pihak sekolah tetap mengurangi aktivitas di luar ruangan dan mengimbau siswa memakai masker untuk mengantisipasi dampak buruk kualitas udara.

“Pembelajaran kita normal kembali seperti biasa, beraktivitas di dalam kelas dan memang dikurangi untuk aktivitas di luar ruangan,” ujarnya.

Sebelumnya, siswa di Kota Padang menjalani PJJ pada 9-10 Oktober, 14-17 Oktober, dan 19-21 Oktober 2026 akibat memburuknya kualitas udara.

Baca Juga

Dinsos Padang Siapkan Dapur Umum Bantu Korban Banjir
Dinsos Padang Siapkan Dapur Umum Bantu Korban Banjir
Kondisi banjir di kawasan Lumin Park Lubuk Minturun, Koto Tangah, Padang. (Dok. Istimewa)
Lumin Park Padang Berulang Dihantam Banjir, Walhi Sumbar Desak Evaluasi Penataan Ruang Daerah Rawan Bencana
Dua Kecamatan di Padang Terparah Terdampak Banjir, 100 Warga Limau Manis Dievakuasi
Dua Kecamatan di Padang Terparah Terdampak Banjir, 100 Warga Limau Manis Dievakuasi
Tim SAR Gabungan Evakuasi Puluhan Warga di Tengah Banjir Padang
Tim SAR Gabungan Evakuasi Puluhan Warga di Tengah Banjir Padang
Kondisi terkini banjir kanal kota Padang tempat penyelenggaraan cabor dayung di Porprov Sumbar 2026.(Panitia Porprov Sumbar)
Dua Cabor Porprov Sumbar 2026 Terganggu Hujan Deras, Dayung Terancam Tertunda
Kondisi banjir di kawasan Lumin Park Lubuk Minturun, Koto Tangah, Padang. (Dok. Istimewa)
Hujan Deras Picu Banjir di Kota Padang, Lubuk Minturun dan Guo Kembali Terendam