Langgam.id – Pemerintah Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) menyalurkan bantuan makanan bagi warga terdampak banjir pada Sabtu (10/10/2026) malam, hingga menyiapkan dapur umum.
Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Senjaya mengatakan, persiapan pendirian dapur umum tengah dilakukan. Lokasi dapur umum akan ditentukan berdasarkan kondisi warga terdampak serta laporan dari camat dan petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) di lapangan.
Untuk penanganan awal, Pemko Padang memprioritaskan pemenuhan kebutuhan makanan bagi warga yang terdampak banjir. Bantuan berupa nasi bungkus mulai didistribusikan pada Sabtu malam.
“Untuk kebutuhan malam ini, kami memprioritaskan makanan. Saat ini nasi bungkus sudah mulai didistribusikan,” ujarnya.
Eri menjelaskan, penyaluran bantuan melibatkan sejumlah instansi yang berkoordinasi dalam penanganan bencana di Kota Padang. Selain Dinsos, distribusi bantuan juga dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bagian umum, kecamatan, dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).
Setiap instansi menjalankan tugas sesuai prosedur untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi.
“Kami saling berkoordinasi dan membagi tugas. Pada prinsipnya, kebutuhan warga malam ini terdistribusi dengan baik,” katanya.
Selain makanan, Dinsos juga menyiapkan bantuan kebutuhan dasar berupa selimut dan kasur. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi warga yang rumahnya tidak dapat lagi ditempati atau membutuhkan tempat tinggal sementara akibat banjir.
Petugas Tagana telah berada di lokasi untuk memantau kondisi warga sekaligus melaporkan kebutuhan yang diperlukan kepada Dinsos.
Sementara itu, Camat Koto Tangah, Rio Ebu Pratama, menyebut Lumin Park dan Kampung Apar sebagai dua lokasi yang menonjol dalam penanganan banjir di wilayahnya.
“Alhamdulillah untuk korban jiwa kita tidak ada, untuk lumin park sekitar lebih kurang 59 KK telah dievakuasi oleh tim gabungan, untuk kampung Apara masyarakat juga telah dievakuasi saat ini,” ujarnya.
Rio mengatakan sebagian warga yang terdampak memilih mengungsi ke rumah kerabat yang dinilai lebih aman. Sementara itu, warga dari Kampung Apar mengungsi di Masjid Al Hijrah.
“Untuk yang di Kampung Apar mereka mengungsi di masjid Al Hijrah,” ujarnya.
Rio menambahkan, bantuan bagi warga terdampak banjir akan segera disalurkan. Ia juga mengimbau warga yang membutuhkan bantuan darurat, termasuk kebutuhan bayi, agar berkoordinasi dengan lurah di wilayah masing-masing.
“Lalu kita akan segera koordinasikan dengan instansi atau SKPD yang berkaitan,” tuturnya. (ICA)






