Saat dikonfirmasi kepada Jaka, ia hanya membalas dengan mengirimkan rilis Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar terkait sorotan publik atas anggaran daerah. “Jawabannya sudah ada di sini,” kata Jaka melalui pesan singkat.
Dalam rilis itu, Kabiro Adpim Setdaprov Sumbar, Nolly Eka Mardianto anggaran yang dialokasikan bukan untuk mempercantik fasilitas pemerintahan semata, tetapi lebih kepada rehabilitasi dan pemeliharaan sejumlah aset yang kondisinya memang sudah memerlukan penanganan agar tetap aman, layak, dan dapat menunjang pelaksanaan tugas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.
“Prinsip yang digunakan adalah menjaga aset daerah agar tetap berfungsi dengan baik. Ketika ada kerusakan yang berpotensi mengganggu aktivitas atau membahayakan pengguna, tentu pemerintah memiliki kewajiban untuk melakukan rehabilitasi,” jelasnya.
Renovasi Rumah Dinas
Selain pengadaan barang mewah, Pemerintah provinsi menyiapkan anggaran Rp470 juta untuk perbaikan dan renovasi di rumah dinas Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi pada APBD 2026. Seperti anggaran pengecatan rumah dinas gubernur senilai Rp200 juta, perbaikan drainase di belakang rumah dinas Rp170 juta dan pemeliharaan rumah dinas gubernur Rp200 juta.
“Sebagian besar anggaran merupakan kebutuhan pemeliharaan rutin dan pelayanan publik,” ujar Kepala Bagian Administrasi Keuangan dan Aset, Biro Umum Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, Festika
Selain di rumah dinas, Pemprov juga mengalokasikan anggaran ratusan juta untuk renovasi istana dan kantor gubernur. Seperti pemasangan lantai granit di lobby utama Kantor Gubernur Rp400 juta, lalu renovasi penggantian atap auditorium gubernur dengan anggaran Rp370 juta.






