Pemprov Sumbar Umbar Capaian Ekonomi, Pengamat: Jangan Silau dengan Angka-angka

Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Para pedagang toko Pasar Raya Padang mengaku usaha mereka dibunuh Perwako 438.

Suasana di Pasar Raya Padang. (Foto: Irwanda/Langgam.id)

LANGGAM.ID — Pemerintah Provinsi Sumatra Barat atau Pemprov Sumbar mengumbar angka-angka statistik yang menunjukkan perkembangan laju ekonomi di moment HUT ke-80 1 Oktober 2025. Di sosial media berseliweran grafis yang menjabarkan pencapain-pencapaian Sumbar berdasarkan data BPS.

Pemerintah daerah mestinya tidak silau dengan angka-angka statistik yang menunjukkan kemajuan perekonomian saat ini. Sebab, kesejahteraan masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan oleh pemerintah daerah.

Guru besar ekonomi Universitas Andalas, Syafrudin Karimi menyebutkan masyarakat kini membutuhkan bukti nyata dari angka-angka pencapaian yang disampaikan oleh Pemprov Sumbar tersebut. Terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam arti riil.

“Sudah cukup lama juga rakyat menunggu bukti, benarkah pemerintah provinsi punya komitmen menaikkan kesejahteraan dalam arti riil? Kita jangan silau dengan angka-angka,” ujarnya, Selasa (1/10/2025).

Ia menyoroti beberapa data yang ditampilkan Pemprov Sumbar tersebut, yaitu angka gini ratio yang turun 0,35 persen dan tingkat kemiskinan yang rendah di angka 5,35 persen.

“Jangan-jangan kedua indikator yang ditampilkan hanya membuktikan bahwa kita di Sumbar mayoritas merata miskin. Tapi bila didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi sangat rendah dan tingkat pengangguran yang tinggi, jangan-jangan kita ini sesungguhnya merata miskin,” katanya.

Menurut Syafruddin Karimi, perlu adanya sebuah gebrakan strategis dari pemimpin Sumbar untuk memotong lingkaran setan merata miskin saat ini. “Agak satu dua strategi saja cukup untuk kita pegang sebagai rakyat yang sudah cukup lama berharap,” katanya.

Sementara itu, di grafis capaian ekonomi yang turut diunggah oleh wakil gubernur Sumbar dalam instagram pribadinya diperlihatkan pencapaian Sumbar di usia 80 tahun ini. Seperti di sektor pariwisata yang mengalami kenaikan kunjungan mancanegara 29,28 persen dan kunjungan wisatawan domestik 25,1 persen sepanjang periode Januari-Juli 2025.

Kemudian pertumbuhan ekonomi di tahun 2025  yang beberapa sektor mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Seperti PDRB ADHB atau Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku naik 3,94 persen. Capaian ini juga diiringi dengan kenaikan inflasi sebesar 2,89 persen.

Selanjutnya, gini rasio pada 2025 turun 0,35 persen dibandingkan 2024, lalu persentase kemiskinan juga turun 10,39 persen, tingkat pengangguran terbuka turun 1,73 persen, dan nilai tukar petani naik 6,91 persen.

Selain itu juga ada pertumbuhan di sektor ekspor yang naik 36,96 persen dan impor 2,98 persen. Negara tujuan ekspor terbesar yaitu India senilai US$ 516,64 juta, Pakistan US$ 358,14 juta dan Banglades US$ 516,64 juta.  (fx)

Baca Juga

Langgam.id-cerah berawan
Cuaca Idul Adha 2026 di Sumbar Diprediksi Cerah, Sebagian Cerah Berawan
salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Kondisi huntara di Kapalo Kota, Kota Padang.
Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih
Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar
Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar
Heboh Mobil Dinas Dipakai Istri ke Kampus, Ketua DPRD Limapuluh Kota Minta Maaf
Heboh Mobil Dinas Dipakai Istri ke Kampus, Ketua DPRD Limapuluh Kota Minta Maaf
Jumlah pelanggan listrik di Sumatra Barat (Sumbar) pada 2022 lalu mencapai 1.628.705. Jumlah ini meningkat 4,42 persen dibandingkan 2021
PLN Klaim Sistem Kelistrikan di Sumbar Sudah Pulih Total