Pemprov Sebut Pendeta Dukung Penyelesaian Polemik Hijab di SMK 2 Padang

Kepala SMKN 2 Padang, Rusmadi memberikan klarifikasi soal kisruh siswi non muslim yang dipaksa berhijab di sekolahnya. (Foto: Irwanda/Langgam.id), cooling down

Kepala SMKN 2 Padang, Rusmadi memberikan klarifikasi soal kisruh siswi non muslim yang dipaksa berhijab di sekolahnya. (Foto: Irwanda/Langgam.id)

Langgam.id – Dinas Pendidikan Sumatra Barat (Sumbar) melakukan pertemuan dengan sejumlah pendeta di Padang, Senin (25/1/2021). Pertemuan tersebut membahas masalah penggunaan hijab bagi siswi non muslim di SMK 2 Padang.

Juru Bicara Pemprov Sumbar Jasman Rizal mengaku bahwa pihak pendeta dan pemuda gereja sudah berupaya untuk memfasilitasi wali murid dengan pihak sekolah.

“Disayangkan, sebanyak dua kali pihak sekolah melakukan pemanggilan dan tidak mau datang. Malahan mereka membawa pengacara,” kata Jasman, Senin (25/1/2021).

Baca juga: Nadiem Makarim Terapkan Sanksi Jabatan Terkait Kasus Hijab di SMK 2 Padang

Untuk penyelesaian permasalahan, Pemprov Sumbar telah melakukan pertemuan dengan pendeta tersebut. Dalam pertemuan itu, mereka sepakat untuk menyelesaikan persoalan secara baik-baik.

“Sebanyak sembilan orang pendeta yang hadir dan mereka mendukung semua tindakan yang dilakukan Pemprov dan pihak sekolah,” katanya.

Selain itu, para pendeta itu juga menyesali tindakan dari wali murid yang juga melibatkan pengacara dalam masalah itu. “Tetapi tadi kami meminta dan memohon kepada mereka untuk ikut membantu menyelesaikan permasalahan ini,” katanya.

Kepala Disdik Sumbar Adib Alfikri juga mengatakan pihaknya telah bertemu dengan pemuka agama dan pendeta untuk menjelaskan persoalan hijab di SMK 2 Padang. Dari pertemuan itu, para tokoh agama tersebut juga sepakat untuk saling mendinginkan suasana.

“Kita sudah bertemu dengan pendeta. Kami ajak supaya memberikan dan menjelaskan persoalan dan beliau beliau paham, ke depan kita semua saling colling down, jangan sampai kerukunan selama ini rusak gara-gara pelayanan di sekolah,” katanya di Padang, Senin (25/1/2021).

Dia mengatakan, ada pihak yang ingin melaporkan penyebaran video di Facebook oleh Elianu Hia karena dianggap melanggar UU ITE, namun tidak jadi dilakukan karena tak ingin menimbulkan masalah baru.

Ia juga berharap agar Elianu Hia mau bertemu dengan Disdik secara langsung, bukan malah mengirimkan pengacara. Disdik menurutnya bersedia bertemu dengan orang tua Jeni tersebut untuk mengkomunikasikan masalah yang terjadi.

“Saya imbau kepada orang tua Jeni, bahwa saya jamin tidak akan ada intimidasi, ayo kapan bertemu kontak saya, jangan pakai pengacara, kalau pakai pengacara lain jadinya,” katanya. (Rahmadi/ABW)

Baca Juga

APBD Perubahan Sumbar 2026 Dibahas September, Tunggu Agenda Bamus DPRD
APBD Perubahan Sumbar 2026 Dibahas September, Tunggu Agenda Bamus DPRD
Gubernur Mahyeldi Tekankan Pembangunan Sumbar Harus Berbasis Daya Dukung Lingkungan
Gubernur Mahyeldi Tekankan Pembangunan Sumbar Harus Berbasis Daya Dukung Lingkungan
Pemprov Sumbar Targetkan Bantuan Rendang untuk NTT Tiba sebelum 24 Agustus
Pemprov Sumbar Targetkan Bantuan Rendang untuk NTT Tiba sebelum 24 Agustus
Pemprov Sumbar Terus Himpun Bantuan Rendang untuk Korban Bencana NTT
Pemprov Sumbar Terus Himpun Bantuan Rendang untuk Korban Bencana NTT
Kondisi bentaran sungai di Lapau Manggu, Gunung Sariak, Padang Kamis (20/8/2026).
Arus Sungai Cepat Naik Saat Hujan, Warga Lapau Munggu Dibayangi Banjir Susulan
Warga menjemur padi yang dipanen dari sawah terdampak banjir Kota Padang
Cerita Petani Lapau Manggu, Panen Padi dari Sawah yang Terendam Banjir