Langgam.id — Pemerintah Kota Padang semakin serius mengembangkan sektor kuliner sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi kreatif daerah. Upaya itu ditandai dengan kunjungan kerja dan audiensi Wali Kota Padang, Fadly Amran, bersama jajaran pemerintah daerah ke Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah lanjutan Pemerintah Kota Padang dalam mempersiapkan diri maju sebagai perwakilan Indonesia pada jejaring UNESCO Creative Cities Network kategori City of Gastronomy tahun 2027.
Fadly Amran mengatakan, kuliner tidak hanya menjadi identitas budaya Kota Padang, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat dan daya tarik wisata.
“Kuliner kita bukan cuma soal rasa, tetapi juga lokomotif ekonomi kerakyatan. Karena itu, persiapan matang dan aksi nyata perlu dilakukan agar Padang siap menjadi City of Gastronomy UNESCO pada 2027,” ujar Fadly seusai audiensi.
Menurut dia, pengembangan sektor kuliner menjadi fokus baru setelah adanya perubahan arah pengembangan dalam Adendum Berita Acara Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I), dari subsektor seni pertunjukan menjadi subsektor kuliner.
Langkah tersebut dinilai strategis mengingat kuliner Minangkabau telah lama dikenal luas dan menjadi salah satu identitas budaya Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. Pemerintah daerah kini berupaya memperkuat ekosistem kuliner agar tidak hanya berkembang sebagai usaha ekonomi, tetapi juga menjadi bagian penting dari pengalaman wisata.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yenni Yuliza, mengatakan kesiapan daerah tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi dengan komunitas dan pelaku usaha kuliner.
“Kami bersama komunitas kuliner dan dewan pakar siap mengawal proses ini dari hulu ke hilir. Dukungan kementerian dan legislatif hari ini menjadi dorongan besar bagi pengembangan program di daerah,” kata Yenni.
Audiensi tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan dari unsur akademisi, komunitas kreatif, hingga legislatif. Hadir antara lain Dewan Pakar Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Haris Satria serta Ramani yang mewakili komunitas kuliner lokal.
Dukungan politik juga tampak melalui kehadiran Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat Nanda Satria, Ketua Komisi IV DPRD Sumatera Barat Doni Harsiva Yandra, serta Anggota DPRD Kota Padang Argi Putra Finalo.
Pemerintah Kota Padang berharap penguatan sektor kuliner tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat UMKM, dan memperluas promosi budaya Minangkabau ke tingkat global.






