Langgam.id — Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar Festival Literasi 2026 sebagai langkah awal memperkuat budaya baca di tengah masyarakat. Kegiatan ini berlangsung pada 24 April hingga 3 Mei 2026, bekerja sama dengan Gramedia.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Heriza Syafani, menyebut festival ini dirancang menyasar berbagai kalangan, mulai dari komunitas penulis hingga pelajar. “Ini langkah awal kita untuk meningkatkan literasi masyarakat,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Dalam festival tersebut, berbagai kegiatan dihadirkan, di antaranya “Semesta Buku” yang menawarkan diskon hingga 90 persen, serta bedah buku yang melibatkan penulis lokal dalam enam sesi. Selain itu, tersedia pula workshop menulis yang diharapkan mampu mendorong lahirnya penulis-penulis baru dari Kota Padang.
Heriza mengakui, salah satu kendala yang kerap dihadapi penulis lokal adalah pengurusan ISBN. Untuk itu, pihaknya berencana mengambil peran lebih aktif dengan menggandeng Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. “Kami akan mengupayakan izin dari Perpusnas agar penerbitan ISBN bisa difasilitasi dinas. Harapannya ini menjadi solusi jangka panjang bagi penulis daerah,” katanya.
Dari sisi indikator, tingkat literasi di Kota Padang masih menghadapi tantangan. Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat saat ini berada di angka 18 poin, jauh dari target 34 poin. Sementara itu, tingkat kegemaran membaca berada di angka 60 poin, di bawah standar ideal 80 poin.
“Regulasi terbaru melalui Perka Nomor 187 Tahun 2025 juga memengaruhi penilaian, sehingga angka yang ada saat ini masih tergolong rendah,” jelas Heriza.
Ia juga mengungkapkan, jumlah anggota perpustakaan daerah saat ini baru sekitar 7.000 orang, angka yang dinilai masih sangat minim dibandingkan jumlah penduduk Kota Padang.
Meski demikian, fasilitas perpustakaan terus dikembangkan. Saat ini tersedia sekitar 13.000 judul buku dengan total 33.000 eksemplar, mencakup berbagai segmen usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Layanan juga dilengkapi koleksi braille bagi penyandang disabilitas.
Selain itu, pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas seperti akses buku digital terhubung ke Perpusnas, ruang diskusi, mini teater, area bermain anak, hingga layanan Wi-Fi gratis.
Melalui Festival Literasi 2026, Pemko Padang berharap minat baca masyarakat dapat meningkat sekaligus memperkuat ekosistem literasi, termasuk mendukung keberlanjutan karya penulis lokal.






