Pemko Padang Bakal Bangun Stadion Bertaraf Internasional

stadion internasional, takbiran virtual

Walikota Padang Hendri Septa. (Foto: dok humas SP)

Langgam.id – Pemerintah Kota Padang berencana akan membangun sebuah stadion bertaraf internasional. Nantinya stadion tersebut akan dibangun di atas tanah seluas tiga hektare.

Wali Kota Padang Hendri Septa mengatakan, setelah  GOR Haji Agus Salim pengelolaannya diambil alih oleh Pemprov Sumbar, Kota Padang tidak lagi memiliki stadion untuk menunjang kegiatan olahraga, khususnya sepak bola.

“Untuk itu kami mohon bantuan dari Kemepora RI untuk bisa memfasilitasi pembangunan stadion sepak bola,” kata wako saat menemui Asisten Deputi Olahraga Rekreasi pada Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Maifrizon, Kamis (8/4/2021).

Sementara itu, menurut Maifrizon, pembangunan stadion sepak bola tersebut menjadi kewenangan Kementerian PUPR. Sedangkan Kemenpora hanya bisa memberikan rekomendasi.

“Untuk membangun stadion bertaraf internasional itu minimal butuh tanah seluas 3 hektare. Tanah tersebut harus milik pemerintah yang dibuktikan dengan adanya sertifikat dan memiliki Inpres,” ujarnya.(*/Ela)

 

Baca Juga

Kondisi bentaran sungai di Lapau Manggu, Gunung Sariak, Padang Kamis (20/8/2026).
Arus Sungai Cepat Naik Saat Hujan, Warga Lapau Munggu Dibayangi Banjir Susulan
Warga menjemur padi yang dipanen dari sawah terdampak banjir Kota Padang
Cerita Petani Lapau Manggu, Panen Padi dari Sawah yang Terendam Banjir
Lokasi pembangunan hunian tetap untuk warga terdampak banjir Kota Padang.
Asa Penyitas Banjir Padang Menunggu Hunian yang Tak Kunjung Rampung
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG
611 Taekwondoin Ikuti UKT Geup 2 Kota Padang, Mursalim: Sabuk Naik, Karakter Juga Harus Naik
611 Taekwondoin Ikuti UKT Geup 2 Kota Padang, Mursalim: Sabuk Naik, Karakter Juga Harus Naik
Kondisi tenda pengungsi warga terdampak banjir di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang pada Minggu (9/8/2026)
Cerita Korban Banjir Padang yang Masih Memilih Tinggal di Tenda Pengungsian