Padang Pariaman Punya Perda Lahan Pertanian untuk Lindungi Sawah dan Petani

Luas lahan sawah di Sumatra Barat (Sumbar) pada 2022 lalu mencapai 199.988,07 hektare. (Ha). Jumlah meningkat dibandingkan pada 2021

Ilustrasi - lahan sawah. (Foto: pixabay.com)

Langgam.id – Kabupaten Padang Pariaman telah memiliki Peraturan Daerah tentang Lahan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan (LP2B). Perda ini diharapkan dapat melindungi lahan sawah dan kegiatan pertanian di kabupaten ini.

“Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman saat ini telah membuat Peraturan Daerah Lahan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang melindungi lahan sawah masyarakat di Padang Pariaman. Perda ini sudah disingkronisasikan dengan RTRW Padang Pariaman,” kata Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni.

Hal itu disampaikan bupati dalam acara Gerakan Tanam Padi di Kelompok Rawang Lokan, Nagari Punggung Kasiak, Kecamatan Lubuk Alung, Selasa (14/7/2020) lalu. Dalam kesempatan itu, bupati menanam padi bersama Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno.

Ali Mukhni mengatakan, Padang Pariaman memiliki sawah dengan luas tanam padi 62.303 hektare. Luas panen padi 61.708 hektare. Produksi padi Padang Pariaman 293.360 ton atau setara beras 159.334,11 ton. Jumlah ini surplus beras 128.083,34 ton

Ia juga menambahkan, kelompok tani di Padang Pariaman berjumlah kurang lebih 1.200 kelompok tani, Jumlah alsintan atau biasa disebut hand traktor roda 2 sebanyak 1.179 unit. Sawah di Padang Pariaman pada umunya dialiri oleh Irigasi Teknis Anai I dan II dimana Irigasi Teknis Anai I mengaliri kurang lebih 8.000 Ha sawah dan Irigasi Teknis Anai II kurang lebih mengaliri 5.000 Ha.

“Padang Pariaman saat ini telah memiliki atau melahirkan Varietas Unggul Lokal Papanai yang telah disertifikasi oleh Kementrian Pertanian RI tahun 2019,” tuturnya, sebagaimana dirilis situs resmi Padang Pariaman.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumatra Barat berharap agar Padang Pariaman lebih memaksimalkan pemanfaatan lahan dan penggunaan bibit. Masa panen 2 kali dalam setahun hendaknya ditingkatkan lagi agar dapat panen tiga kali setahun.

“Jangan sampai ada lahan kosong yang terbengkalai. Semoga lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk pertanian serta lakukan masa tanam secepat mungkin. Jangan sampai lahan tersebut dibiarkan menganggur lama, serta terus tingkatkan produktivitas,” katanya.

Dalam acara ini juga dilangsungkan penyerahan bantuan dari Kementerian Pertanian kepada kelompok tani. (*/SS)

Baca Juga

Kronologi Kecelakaan Maut Mobil Travel di Sicincin: Sopir Meninggal, 10 Orang Luka 
Kronologi Kecelakaan Maut Mobil Travel di Sicincin: Sopir Meninggal, 10 Orang Luka 
Momen Polisi dan Warga Evakuasi Sopir Travel Terjepit Saat Kecelakaan di Sicincin, Kondisi Meninggal
Momen Polisi dan Warga Evakuasi Sopir Travel Terjepit Saat Kecelakaan di Sicincin, Kondisi Meninggal
PoIisi Belum Evakuasi Mobil yang Ditumpangi Bayi 4 Bulan dari Jurang di Padang Pariaman
PoIisi Belum Evakuasi Mobil yang Ditumpangi Bayi 4 Bulan dari Jurang di Padang Pariaman
Pilu, Bayi 4 Bulan Meninggal Usai Masuk Jurang di Kayu Tanam Padang Pariaman
Pilu, Bayi 4 Bulan Meninggal Usai Masuk Jurang di Kayu Tanam Padang Pariaman
Bocah Terseret Ombak di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal Dunia
Bocah Terseret Ombak di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal Dunia
Demo masyarakat Kasang di Ombudsman menuntuk tindaklanjut laporan dugaan maladministrasi oleh Gubernur Sumbar dalam pemberian izin tambang adesit.
Pemkab Padang Pariaman Segera Tinjau Legalitas Tambang Andesit di Kasang