Bocah Terseret Ombak di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal Dunua

Langgam.id- Seorang bocah asal Pekanbaru, Rafi Rapa Maulana (13), ditemukan meninggal dunia setelah terseret ombak di Pantai Gasan Gadang, Korong Malai V Suku, Nagari Gasan Gadang, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (27/6/2026)

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan pihaknya menerima laporan seorang anak terseret arus ombak pada pukul 18.22 WIB.

“Setelah mendapatkan laporan tim langsung dikerahkan ke lokasi,” ujar Abdul Malik, Minggu (28/6/2026).

Ia menambahkan pencarian korban dilakukan bersama Basarnas, TNI, Polri, BPBD, PMI, dan masyarakat dengan menyusuri titik kordinat kemungkinan lokasi korban.

“Korban akhirnya ditemukan pada Minggu dini hari pukul 00.54 WIB dalam kondisi meninggal dunia sekitar 100 meter dari lokasi awal korban terseret ombak,” ujar Abdul Malik.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah duka. Setelah korban ditemukan, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh personel yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing. 

Sebelumnya viral di sosial media video seorang anak terseret arus ombak saat bermain di pantai Gasan Padang Pariaman. Anak tersebut diketahui wisatawan dari Pekanbaru, Riau. (fix)

Baca Juga

Demo masyarakat Kasang di Ombudsman menuntuk tindaklanjut laporan dugaan maladministrasi oleh Gubernur Sumbar dalam pemberian izin tambang adesit.
Pemkab Padang Pariaman Segera Tinjau Legalitas Tambang Andesit di Kasang
Nelayan Hilang di Perairan Mentawai, Korban Ditemukan Meninggal Setelah 6 Hari Pencarian
Nelayan Hilang di Perairan Mentawai, Korban Ditemukan Meninggal Setelah 6 Hari Pencarian
Demo masyarakat Kasang di Ombudsman menuntuk tindaklanjut laporan dugaan maladministrasi oleh Gubernur Sumbar dalam pemberian izin tambang adesit.
Warga Nagari Kasang ke Gubernur Mahyeldi: Kami Ingin Izin Tambang Andesit Dicabut
Kantor Kejati Sumbar. (Langgam.id/ Buliza Rahmat)
Kejati Sumbar Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Jembatan Sikabu Padang Pariaman, Kerugian Rp 7,5 Miliar
Dinilai Masih Kurang, Pemerintah Diminta Lengkapi Infrastruktur Mitigasi Bencana
Gempa Magnitudo 4,3 Guncang Padang dan Padang Pariaman, Ini Penjelasan BMKG
Sejumlah warga Nagari Anduriang menyeberang sungai mengunakan rakit sederhana. (Foto: Ghaffar Ramdi/Langgam.id)
Warga Anduriang Padang Pariaman Menanti Jembatan Permanen, 7 Bulan Akses Bergantung Ponton