Langgam.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat mencatat total aset perusahaan penjaminan yang berkantor pusat di Sumbar mencapai Rp472,65 miliar hingga Juni 2026.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat Roni Nazra mengatakan, nilai tersebut tumbuh 1,44 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Pertumbuhan perusahaan penjaminan yang berkantor pusat di Sumatera Barat pada posisi Juni 2026 cukup baik, dengan total aset sebesar Rp472,65 miliar atau tumbuh 1,44 persen secara yoy,” ujar Roni, Senin (24/8/2026).
Menurut Roni, perkembangan tersebut menunjukkan sektor industri keuangan non-bank (IKNB) di Sumatera Barat masih berada dalam kondisi yang relatif terjaga.
Perusahaan penjaminan merupakan salah satu bagian dari IKNB yang berperan mendukung akses pembiayaan masyarakat maupun pelaku usaha, terutama dengan memberikan penjaminan terhadap pembiayaan yang disalurkan lembaga keuangan.
Selain perusahaan penjaminan, OJK juga mencatat perkembangan positif pada sejumlah sektor IKNB di Sumatera Barat.
Pada sektor perusahaan pembiayaan, total pembiayaan yang disalurkan hingga Mei 2026 mencapai Rp6,03 triliun. Angka tersebut tumbuh 8,92 persen yoy, dengan risiko pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) tercatat 2,65 persen.
Sementara itu, dana pensiun hingga Juni 2026 mencatat total aset Rp2,80 triliun atau tumbuh 5,94 persen yoy. Jumlah peserta dana pensiun tercatat 4.710 peserta.
Pada industri fintech lending, outstanding pinjaman hingga April 2026 mencapai Rp1,49 triliun atau tumbuh 8,72 persen yoy. Risiko kredit juga masih terjaga dengan rasio 2,53 persen.
Untuk perusahaan modal ventura, total penyertaan modal hingga Juni 2026 tercatat Rp55,98 miliar. Sedangkan lembaga keuangan mikro mencatat total aset Rp7,06 miliar atau tumbuh 8,71 persen yoy.
Lembaga keuangan mikro juga menyalurkan pembiayaan sebesar Rp2,80 miliar atau tumbuh 11,62 persen yoy. Jumlah debitur eksisting mencapai 919 debitur, meningkat 23,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Roni mengatakan, perkembangan sektor jasa keuangan secara keseluruhan masih menunjukkan kondisi yang positif dan turut menopang aktivitas perekonomian Sumbar.
Hal itu sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada triwulan II 2026 yang tercatat 4,54 persen secara tahunan.
OJK Sumbar, kata Roni, akan terus melakukan pengawasan dan mendorong penguatan sektor jasa keuangan agar dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman dan sesuai kebutuhan. (HER)




