Narapidana di Padang Masih Didata untuk Dibebaskan karena Corona

Penyelundupan Narkoba di Lapas Muaro Padang Berhasil Digagalkan

Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Muaro Padang (Foto: Rahmadi/Langgam.id)

Langgam.id – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) akan membebaskan sekitar 30 ribu narapidana untuk mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19). Hal ini akan diberlakukan di seluruh Lembaga Permasyarakatan (Lapas) di Indonesia.

Pengeluaran dan pembebasan tersebut didasarkan pada peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi bagi Narapidana dan Anak dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Serta Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Noomor M.HH-19 PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Hal tersebut juga tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-497.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang hal yang sama.

Menanggapi hal itu, Kepala Lapas Kelas II A Muaro Padang, Arimin mengatakan, saat ini pihaknya masih mendata berapa narapidana yang akan dibebaskan. Pendataan ditargetkan rampung hingga tiga hari ke depan.

“Iya kami sedang mendata, belum ada kuota (pastinya) karena aturan baru keluar malam tadi. Kami masih mendata, nanti dikabari lagi, karena mendata tidak sebentar, mungkin akan membutuhkan waktu dua sampai tiga hari,” ujar Arimin saat dihubungi Langgam.id via telepon, Rabu (1/4/2020).

Saat ini, kata Arimin, ada seribuan lebih narapidana di Lapas Kelas II A Muaro Padang dan akan diseleksi mana yang telah memenuhi syarat untuk dinyatakan bebas.

“Jadi, batas maksimum (mendata) selama tujuh hari, setelah lembaran dikeluarkan. Jadi belum bisa kita pastikan, karena narapidana di sini ada seribuan lebih. Mana yang belum memenuhi syarat, mana yang sudah bisa, kami ajukan langsung,” jelasnya.

Menurut Arimin, kategori narapidana yang layak dibebaskan diantaranya, setengah pidana bagi narapidana anak serta dua pertiga pidana untuk narapidana dewasa.

“Kebetulan saat ini saya lagi di Kanwil Kemenkumham Sumbar, ketika saya pantau di Lapas Muaro Padang tadi, anggota masih mendata,” ucapnya.

Dijelaskan Arimin, pihaknya telah melakukan upaya dalam mengantisipasi penyebaran Virus Corona di Lapas Kelas II A Muaro Padang. Salah satunya dengan tidak diberlakukan jam besuk bagi narapidana sejak beberapa waktu lalu.

“Kami tidak ada jam besuk lagi. Tapi, kalau titipan paket, seperti makanan serta nasi bungkus selain barang terlarang, kami terima. Nanti petugas yang mengantarkan paket dari keluarga ke narapidana,” katanya. (Irwanda/ZE)

Baca Juga

5 Perusahaan Pemasok Batu Bara di PLTU Teluk Sirih, Ada PT Milik Yendra Fahmi
5 Perusahaan Pemasok Batu Bara di PLTU Teluk Sirih, Ada PT Milik Yendra Fahmi
Disdikbud menginteruksikan siswa memakai masker untuk mengantisipasi dampak asap karhutla.
Asap Karhutla, Pemko Padang Perpanjang PJJ hingga Rabu 21 Oktober 2026
Polda Sumbar memperlihatkan barang bukti saat penggerebekan kampung narkoba di Polda Sumbar.
Fakta Penggerebekan Kampung Narkoba Padang: 33 Orang Diciduk, Ratusan Paket Sabu Disita 
Polda Sumbar memperlihatkan barang bukti saat penggerebekan kampung narkoba di Polda Sumbar.
Polda Gerebek Kampung Narkoba di Padang, DPRD: Ini Tamparan Keras
Hadapi Semen Padang Fc, PSMS Medan Targetkan Tiga Poin
Hadapi Semen Padang Fc, PSMS Medan Targetkan Tiga Poin
TIM SAR mengevakuasi wisatawan terjatu dari puncak air terjun robo di Harau, Payakumbuh.
Korban Terjatuh di Air Terjun Robo Ditemukan Meninggal