Muncul Spanduk Habib Rizieq Ditolak di Ranah Minang

Langgam.id – Spanduk Habib Rizieq Shihab muncul di Jalanan Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar). Spanduk itu berupa penolakan kedatangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu di Ranah Minang.

Pantauan langgam.id spanduk tersebut muncul di Jalan H Agus Salim, Sawahan, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang. Spanduk itu berlatar putih dan terdapat foto Habib Rizieq.

Spanduk ini bertulisan “kami menolak kedatangan Habib Rizieq di Ranah Minang”. Pada foto Habib Rizieq juga ditambahkan tulisan ditolak.

Namun tidak ada tertera tulisan spanduk penolakan ini dipasang oleh siapa. Hanya saja, menurut warga sekitar, spanduk diketahui telah terpasang sejak sehari belakang.

“Kalau tidak salah magrib kemarin dipasang. Ada bertiga orang berpakaian baju hitam dan mengunakan masker saat memasangkan spanduk,” kata salah seorang warga sekitar, Ayu diwawancarai langgam.id, Selasa (1/12/2020).

Ayu tidak mengetahui sejumlah orang pemasang spanduk tersebut berasal dari mana. Ketika kegiatan spanduk dipasang, dia hanya menganggap pemasangan alat peraga kampanye.

“Saya kira awalnya itu spanduk Pilkada. Jadi tidak begitu memperhatikan kalau spanduk penolakan Habib Rizieq,” ujarnya. (Irwanda)

Tag:

Baca Juga

Komisi X DPR RI Tinjau Rehabilitasi Sekolah Terdampak Banjir Padang
Komisi X DPR RI Tinjau Rehabilitasi Sekolah Terdampak Banjir Padang
Mitigasi Banjir, BPBD Padang Bersihkan Material Bebatuan di Lapau Munggu
Mitigasi Banjir, BPBD Padang Bersihkan Material Bebatuan di Lapau Munggu
Kondisi bentaran sungai di Lapau Manggu, Gunung Sariak, Padang Kamis (20/8/2026).
Arus Sungai Cepat Naik Saat Hujan, Warga Lapau Munggu Dibayangi Banjir Susulan
Warga menjemur padi yang dipanen dari sawah terdampak banjir Kota Padang
Cerita Petani Lapau Manggu, Panen Padi dari Sawah yang Terendam Banjir
Lokasi pembangunan hunian tetap untuk warga terdampak banjir Kota Padang.
Asa Penyitas Banjir Padang Menunggu Hunian yang Tak Kunjung Rampung
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG