Longsor Sitinjau Lauik, Akses Padang-Solok Terputus

Jalur Sicincin-Malalak Belum Bisa Dilewati, Target Pembersihan Longsor 2 Minggu

Ilustrasi - Alat berat untuk membersihkan material longsor (Foto: Rahmadi)

Langgam.id – Hujan deras yang melanda Kota Padang Sabtu (16/2/2019), akibatkan longsor di kawasan Panorama II, Sitinjau Lauik, Kota Padang.

Ketua Keluarga Besar Rang Caniago (KBRC) Rescue, Aliyus Caniago menyebutkan material longsor yang menutupi jalan lintas Padang-Solok baru dapat dibersihkan selama satu jam. “Longsor sekira pukul 14.30 WIB, material longsor baru dapat kita bersihkan satu jam kemudian,” ujarnya.

Dikatakannya, daerah jalan lintas Padang-Solok memang rawan terjadinya longsor. “Kita imbau agar pengendara yang lewat hati-hati dan waspada. Longsor yang terjadi kali ini, tidak ada memakan korban jiwa,” jelasnya.

Material longsor berupa tanah, bebatuan dan pohon sudah dibersihkan oleh petugas gabungan dari kepolisian, TNI, TRC Semen Padang, Pemuda Pancasila, KBRC Rescue, dan warga sekitar.

TRC Semen Padang menurunkan satu unit alat berat untuk membersihkan material longsor.

Pantauan Langgam.id, hingga saat ini, material longsor sudah dibersihkan dan jalur Padang-Solok sudah normal kembali. (Rahmadi/FZ)

Baca Juga

KKN Kebencanaan Universitas Andalas Dukung PKM-MNM untuk Tanggap Darurat Bencana di Kota Padang
KKN Kebencanaan Universitas Andalas Dukung PKM-MNM untuk Tanggap Darurat Bencana di Kota Padang
Kisah Chatib Sulaiman yang Belum Jadi Pahlawan Nasional
Kisah Chatib Sulaiman yang Belum Jadi Pahlawan Nasional
Ahli Waris Korban Bencana 2025 di Padang Pariaman Terima Santunan
Ahli Waris Korban Bencana 2025 di Padang Pariaman Terima Santunan
TNI AD sudah memasang lima jembatan bailey di Tanah Datar. Pemasangan ini dilakukan karena jembatan sebelumnya diterjang banjir bandang
TNI AD Bangun Jembatan Armco di Salimpauang
Muhayatul, S.E., M.Si. (Dok. IST)
Kearifan Lokal sebagai Fondasi Ketahanan Sosial–Ekologis, Refleksi Pascabencana
Kasus dugaan korupsi pengadaan alat laboratrium Universitas Andalas (Unand) menimbulkan kerugian negara mencapai Rp3,571 miliar
MMB Unand Raih Akreditasi Pertama, Langkah Awal Membangun Ilmu Kebencanaan yang Relevan