Harimau Sumatra Kejutkan Warga Koto Sani Solok, Diduga Terkam Anjing dan Diusir BKSDA Sumbar Pakai Meriam Karbit

Langgam.id – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) melakukan pengusiran
Harimau Sumatra usai dikabarkan muncul di Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok.

Kemunculan satwa dilindungi itu ditandai dengan bekas jejak di sekitar permukiman dan perladangan warga.

Dari verifikasi yang dilakukan BKSDA Sumbar Resor Solok, ditemukan tanda-tanda bekas jejak Harimau Sumatra berukuran kurang lebih delapan sentimeter. Selain itu, tiga ekor anjing peliharaan warga diduga ikut diterkam.

Kepala BKSDA Sumbar, Hartono mengatakan, berdasarkan sebaran ukuran jejak yang relatif seragam, diperkirakan Harimau Sumatra yang berkeliaran satu ekor berukuran dewasa.

“Penanganan dilanjutkan dengan kegiatan penghalauan menggunakan meriam karbit dimulai dari area permukiman dan perladangan warga ke arah Suaka Margasatwa Barisan,” ujar Hartono, Selasa (21/4/2026).

Tim di lapangan, kata Hartono, juga melakukan sosisalisasi tentang upaya pencegahan mandiri yang dapat dilakukan oleh warga untuk mengurangi resiko interaksi negatif. Di antaranya melakukan aktifitas di luar rumah secara berkelompok.

“Beraktivitas ketika masih terang dan mengurangi atau tidak beraktifitas di malam hari. Warga diminta membuat bunyi-bunyian yang cukup keras ketika sedang beraktifitas di luar rumah serta menempatkan hewan peliharaan ternak di dalam kandang,” ucapnya.

Menurut Hartono, sejak penghalauan yang dilakukan tim di lapangan sampai, saat ini belum ditemukan lagi tanda-tanda baru terkait aktifitas harimau sumatra di area sebelumnya.

“Jika ditemukan tanda-tanda keberadaan yang baru, akan dilakukan pemasangan kamera jebak di lokasi untuk memantau pola aktifitas harimau sumatra sebagai bahan pertimbangan untuk penanganan lebih lanjut,” tuturnya. (ICA)

Baca Juga

Selama 7 Bulan Terakhir, 13 Orang Meninggal di Jalan Solok 
Selama 7 Bulan Terakhir, 13 Orang Meninggal di Jalan Solok 
Diskusi publik bertajuk "Dari Hulu ke Hilir, Refleksi Kejahatan Ekologis di Sumatra Barat" di Lelucon Space Cafe, Kota Padang, Rabu (29/7/2026).
Bencana Ekologis Sumbar, Negara Dinilai Lalai Lindungi Lingkungan
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan. (Dok. Istimewa)
Sambut Hari Jadi Kota Padang, Pemko Hapus Denda Retribusi Pedagang Pasar hingga Diskon Belanja Besar-besaran
Epistemicide di Jalan Tol
Epistemicide di Jalan Tol
Plang Koperasi Serba Usaha-Ekonomi Desa (KSU-ED) Tabek di Jorong Tabek, Nagari Talang Babungo, Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar)
Geliat Koperasi dari Pelosok Solok, Menjaga Denyut Ekonomi Petani hingga Menyiapkan Generasi Hebat
Penemuan diduga ganja kering yang berawal dari kasus kecelakaan di Kabupaten Solok. (Dok. Polres Solok)
Nasib Apes Mahasiswa Asal Agam, Diciduk Usai Kecelakaan di Solok Ulah Diduga Bawa 5 Paket Ganja