Keterisian Hotel Hanya 25 Persen, Temuan Omicron Mulai Berdampak di Indonesia

Keterisian Hotel Hanya 25 Persen, Temuan Omicron Mulai Berdampak di Indonesia

Ketua Umum PHRI Hariyadi B Sukamdani. [Rahmadi/langgam.id]

Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Keterisian Hotel Hanya 25 Persen, Temuan Omicron Mulai Berdampak di Indonesia.

Langgam.id – Temuan kasus pasien positif Covid-19 varian omicron berpengaruh terhadap kunjungan wisata di Indonesia. Akibatnya, keterisian hotel hanya di angka 25 persen saja setelah diberlakukan sejumlah pembatasan oleh pemerintah.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi B Sukamdani menjelaskan temuan kasus omicron sangat berpengaruh terhadap keterisian hotel dan restoran di Indonesia.

Efek omicron semakin terasa khususnya sejak diberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Jabodetabek atau sebagian wilayah Jawa dan Bali awal Februari lalu.

“Apa yang terjadi di Jakarta ternyata berkolerasi dengan daerah lain,” katanya saat menghadiri Rakernas II PHRI Tahun 2022 di salah satu hotel di Padang, Rabu (9/2/2022).

Jika puncak omicron di akhir Februari seperti prediksi Menteri Kesehatan (Menkes), hotel di Indonesia akan mengalami drop occupancy hingga akhir Maret.

“Jadi setelah puncaknya di Februari, maka efeknya masih terasa hingga satu bulan kemudian, masih rendah. Nanti bulan April baru akan meningkat kembali insyaAllah,” katanya.

Hariyadi menyebut pada kuartal pertama tahun 2022 ini keterisian hotel secara nasional berkisar pada 25 hingga 30 persen saja. Jumlah ini jauh berbeda dari kondisi normal rata-rata 56 persen sebelum Covid-19.

Diharapkan pada kuartal kedua, April nanti meningkat lagi dan mencapai angka 40 s.d 42 persen.

“Seharusnya kalau tidak ada Covid-19 sejak tahun 2020 lalu, maka kita sudah bisa di atas 60 persen. Namun karena Covid-19 jadi terkoreksi semua,” katanya.

Bahkan menurutnya, akibat Covid-19 juga ada hotel yang sampai tutup meski jumlahnya tidak banyak. Covid-19 lebih banyak berefek kepada restoran yang ada di mall karena tidak sanggup lagi membayar sewa.

Baca juga: Meski Pandemi, Pemko Padang Tetap Targetkan 23.000 Kunjungan Wisman untuk 2022

Dia mengatakan, Rakernas PHRI di Sumbar sendiri merupakan agenda nasional untuk merumuskan program kerja di tahun 2022. Lewat Rakernas lebih ditekankan menyusun program kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memulihkan dan membangkitkan wisata Indonesia.

“Kita tidak sendiri di PHRI, kita berkolaborasi bersama stakeholder. Kita meyakini kalau dilakukan bersama dampaknya jauh lebih besar,” ujarnya.

—

Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Dinsos Padang Siapkan Dapur Umum Bantu Korban Banjir
Dinsos Padang Siapkan Dapur Umum Bantu Korban Banjir
Kondisi banjir di kawasan Lumin Park Lubuk Minturun, Koto Tangah, Padang. (Dok. Istimewa)
Lumin Park Padang Berulang Dihantam Banjir, Walhi Sumbar Desak Evaluasi Penataan Ruang Daerah Rawan Bencana
Dua Kecamatan di Padang Terparah Terdampak Banjir, 100 Warga Limau Manis Dievakuasi
Dua Kecamatan di Padang Terparah Terdampak Banjir, 100 Warga Limau Manis Dievakuasi
Tim SAR Gabungan Evakuasi Puluhan Warga di Tengah Banjir Padang
Tim SAR Gabungan Evakuasi Puluhan Warga di Tengah Banjir Padang
Kondisi terkini banjir kanal kota Padang tempat penyelenggaraan cabor dayung di Porprov Sumbar 2026.(Panitia Porprov Sumbar)
Dua Cabor Porprov Sumbar 2026 Terganggu Hujan Deras, Dayung Terancam Tertunda
Kondisi banjir di kawasan Lumin Park Lubuk Minturun, Koto Tangah, Padang. (Dok. Istimewa)
Hujan Deras Picu Banjir di Kota Padang, Lubuk Minturun dan Guo Kembali Terendam