Langgam.id – Kepala Madrasah Aliyah Al Furqan, Desmaelfa Sinar mengakui didesak dari pihak penyedia jasa konveksi seragam sekolah. Hal ini yang membuat dirinya emosi saat menagih tunggakan biaya baju sekolah kepada dua siswa.
Kata Desmaelfa, pihak sekolah terus dimintai pertanggung jawaban pembayaran oleh vendor terkait pesanan seragam siswa ini.
“Hanya uang baju yang saya minta, karena baju dipesan sama orang. Saya didesak sama orang yang membuat baju. Karena desakan itulah saya memintanya kepada pimpinan panti,” ujarnya kepada Langgam.id, Selasa (12/5/2026).
Biaya seragam sekolah masing-masing siswa sebesar Rp300 ribu. Dampak dari tunggakan ini, mereka juga dipindahkan dari sekolah, kini telah melanjutkan pendidikan di PGAI Padang.
Dua siswa ini tinggal di Panti Asuhan Nur Ilahi yang beralamat di Jalan Perjuangan Raya, Kurao Pagang, Kota Padang. Seluruh biaya mereka ditanggung pihak panti.
Desmaelfa mengungkapkan, kedua siswa memiliki catatan tunggakan administratif yang cukup beragam, mulai dari uang ujian, uang masuk sekolah, hingga biaya pindah.
Namun, pihak sekolah mengklaim hanya memprioritaskan penagihan uang seragam karena adanya keterlibatan pihak ketiga.
Pihak sekolah juga menyatakan telah berupaya membujuk kedua siswa untuk kembali bersekolah di Madrasah Aliyah Al Furqan. Sebab, tunggakan telah dilunasi donatur.
“Saya sudah meminta anak ini untuk sekolah lagi karena uang seragam sudah dibayar oleh seseorang. Namun, dia tetap tidak mau karena mengaku merasa malu,” pungkasnya. (KSR)





