Kepala BKD: ASN Tilap Infak Masjid Raya Sumbar Terancam Dipecat

CPNS Pemprov Sumbar

Kepala BKD Sumbar, Abdul Gafar. (Foto: Rahmadi)

Langgam.id – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial RNT yang diduga menilap uang infak Masjid Raya Sumatra Barat (Sumbar) hingga ratusan juta, terancam dipecat.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumbar Abdul Gafar. Menurutnya, ancaman pemecatan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 180/6867/SJ tentang Penegakan Hukum Terhadap Aparatur Sipil Negara yang melakukan tindak pidana korupsi tanggal 10 September 2018.

“Bagi PNS yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan sudah memiliki kekuatan hukum tetap akan diberhentikan dengan tidak hormat. Aturannya tegas, kalau terbukti langsung berhenti,” katanya saat dihubungi, Jumat (21//2/2020).

Saat ini, pihaknya masih menunggu proses hukum yang masih berjalan terhadap oknum ASN tersebut. Menurutnya, BKD baru bisa bertindak jika sudah ada keputusan hukum tetap dari pengadilan.

“Sekarang dia masih proses, kalau ada penetapan tersangka di pengadilan baru diputuskan, kalau belum ada putusan hukum kan belum bisa,” ujarnya.

RNT merupakan oknum ASN Pemprov Sumbar yang bertugas di Biro Bina Mental dan Kesra, diduga menggelapkan dana infak Masjid Raya Sumbar dan penggunaan dana BAZ. Total yang diduga ditilapnya mencapai Rp1,5 miliar. Atas perbuatan itu, pihak pengurus Masjid Raya Sumbar sudah melaporkan dia ke Polresta Padang. (Rahmadi/ICA)

Baca Juga

Tahun Depan, Sumbar Fokuskan Pembangunan Berbasis Investasi
Tahun Depan, Sumbar Fokuskan Pembangunan Berbasis Investasi
Kejar Pertumbuhan 6,9 Persen, Sumbar Dorong Hilirisasi dan Investasi
Kejar Pertumbuhan 6,9 Persen, Sumbar Dorong Hilirisasi dan Investasi
Tren Investasi Daerah Meningkat, Pemprov Sumbar Proyeksikan Rp11,9 Triliun Tahun Ini
Tren Investasi Daerah Meningkat, Pemprov Sumbar Proyeksikan Rp11,9 Triliun Tahun Ini
Pemprov Sumbar Targetkan Investasi Rp13,3 Triliun pada 2027
Pemprov Sumbar Targetkan Investasi Rp13,3 Triliun pada 2027
Langgam.id - Berdasarkan hasil survei Google dengan 100 persen WFH selama tiga bulan pertama Pandemi Civid-19, 30 persen ASN tidak bekerja.
Pemprov Sumbar Terapkan Skema Kerja Kombinasi, ASN WFH Setiap Jumat
Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan 2026
Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan 2026