Kemunculan 3 Harimau di Kebun Resahkan Warga Solok Selatan

Harimau solok selatan, harimau mati bengkalis, tulang harimau pasaman barat

Harimau Sumatra [dok.BKSDA Sumbar]

Langgam.id-Sebanyak tiga ekor harimau sumatra atau nama latin panthera tigris sumatrae dilaporkan muncul di Nagari Persiapan Balun Pakan Rabaa Tangah Kecamatan Koto Parit Gadang Diatas (KPGD) Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat (Sumbar).

Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono mengatakan, berdasarkan keterangan salah seorang warga bernama Randi Risno yang juga Kepala Jorong Sungai Ipuh, diketahui Harimau pertama muncul pada Kamis (2/9/2021).

Hewan dilindungi itu muncul saat dia pergi ke ladang.

“Tanpa berpikir panjang dia langsung lari ke perkampungan dan bercerita kepada warga yang lain bahwa  dirinya melihat harimau di jalan menuju ke kebun,” kata Ardi, Senin (27/9/2021).

Kemudian, karena merasa tidak nyaman dengan keberadaan Harimau Sumatra yangg terlihat di kebun tersebut, pada tanggal 13 September Randi membuat surat pernyataan di Kantor Wali Nagari tentang perjumpaan satwa liar di lokasi kebun tersebut.

Baca juga: 4 Penjual Kulit Harimau Sumatra Ditangkap di Riau, Semua Pelaku dari Sumbar

Lalu pada Senin (20/9/2021), seorang warga lain yang bernama Jul Masri bersama istrinya saat pulang dari kebun dikejutkan oleh penampakan Harimau Sumatera di pinggir Sungai Batang Suliti, Solok Selatan.

“Pasangan itu melihat dua ekor Harimau saat pulang dari menyadap getah karet dari kebun sekitar pukul 15:30 WIB,” katanya

Kemudian, pada Kamis (23/9/2021) seorang kakek bernama Erjon bersama tiga orang cucunya juga melihat penampakan satwa liar jenis Harimau Sumatera di lokasi yang tidak berjauhan dari lokasi penampakan oleh Jul Masri.

“Dari informasi yang diperoleh petugas di lapangan bahwa juga ada warga atas nama Heri yang mendapat cerita dari sopir travel yang memberikan kabar melihat harimau sebanyak tiga ekor melintas di jalan ke arah Sungai Batang Suliti,” ujarnya.

Menanggapi laporan itu, BKSDA Sumbar menurunkan personil Seksi Konservasi Wilayah III Sijunjung untuk melakukan tindakan penanganan guna menciptakan ketentraman masyarakat dan juga demi keselamatan satwa dari pemburu.

Baca Juga

Khairul Jasmi. (Foto: Do. Probadi)
Tutup Saja Jalan Lembah Anai, Ada Jalur Lain Sejak Zaman Belanda
Ketua Tim Koordinasi Penanganan Pelanggaran Pemanfaatan Ruang Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi saat meninjau bangunan rangka besi hotel di Lembah Anai, pada Senin 16 Februari 2026.
Tarik Ulur Pembongkaran Bangunan Lembah Anai, dari Maladministrasi hingga Putusan Sela 
Peserta antusias mengikuti seminar. (Foto: Istimewa)
HGI Dorong Literasi Digital sebagai Benteng Generasi Muda
Ekonomi Sumbar Pascabencana Bergeliat, Pasar Rakyat hingga UMKM Kembali Bergerak
Ekonomi Sumbar Pascabencana Bergeliat, Pasar Rakyat hingga UMKM Kembali Bergerak
Pemprov Bakal Bangun Pembatas Jalan Kawat Baja di Lembah Anai
Pemprov Bakal Bangun Pembatas Jalan Kawat Baja di Lembah Anai
Jalan Amblas Mirip Sinkhole di Limapuluh Kota, Jalur Tembus Situjuah - Batusangkar Lumpuh Total
Jalan Amblas Mirip Sinkhole di Limapuluh Kota, Jalur Tembus Situjuah – Batusangkar Lumpuh Total