Kementerian PU Kebut Normalisasi Sungai Batang Kuranji Pascabencana

Warga Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang, masih merasakan dampak berat pascabanjir yang melanda wilayah tersebut. Sejumlah

Sebuah alat berat melakukan penanganan sisa material kayu dan aliran sungai di Batu Busuk, Kota Padang. [foto: Fajar Hadiansyah]

Langgam.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan normalisasi Sungai Batang Kuranji, khususnya di kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh guna mengurangi risiko dampak banjir di Kota Padang. Bencana banjir susulan sempat terjadi pada 2 Januari 2026 akibat intensitas hujan yang tinggi sehingga  Sungai Batang Kuranji meluap. 

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, Kementerian PU terus bergerak cepat melakukan penanganan pascabencana, termasuk upaya normalisasi sungai untuk mengurangi risiko bencana berulang.

“Harapan kami agar alur sungai kembali aman dan mampu menampung debit air saat hujan lebat. Tentu prioritas utama adalah keselamatan masyarakat,” kata Menteri Dody, dicuplik dari pu.go.id, Minggu (11/1/2025).

Pelaksanaan normalisasi Sungai Batang Kuranji dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Kementerian PU dengan fokus membuka dan mengarahkan alur sungai ke bagian tengah. 

Kepala BWS Sumatera V, Naryo Widodo, menjelaskan bahwa kondisi sungai di lokasi Batang Kuranji, khususnya di kawasan Batu Busuk, sudah mengancam badan jalan dan permukiman warga.

“Saat ini kami menangani dengan membuka alur-alur sungai dan mengarahkannya ke tengah, sehingga sisi kiri sungai yang mengancam jalan dan permukiman masyarakat dapat segera ditangani,” jelas Naryo. 

Saat ini BWS Sumatera V telah menurunkan 11 unit alat berat dari total 15 unit yang direncanakan, dengan 7 unit alat berat difokuskan di lokasi Sungai Batang Kuranji kawasan Batu Busuk. Penanganan darurat di lokasi ini selain normalisasi sungai  untuk mengarahkan aliran juga mengembalikan jalan desa yg putus sepanjang 200 m dan  ditargetkan berlangsung sekitar empat hari ke depan dapat selesai agar aktifitas masyarakat sekitarnya dapat normal kembali.

“Harapan kami, dengan penanganan dari Kementerian PU ini, dampak risiko banjir yang mengancam permukiman maupun jalan masyarakat dapat berkurang,” ujar Naryo. 

Menurut Naryo, BWS Sumatera V juga akan berdiskusi dengan para akademisi untuk merumuskan penanganan sungai yang lebih komprehensif, mengingat fungsi Sungai Batang Kuranji saat ini dinilai telah berkurang hingga hampir 50 persen.

Naryo juga menyampaikan Kementerian PU meminta dukungan Pemerintah Kota Padang terkait ketersediaan lahan (land clearing) di sepanjang bantaran sungai apabila dilakukan penanganan secara jangka panjang agar pelaksanaannya dapat berjalan lancar tanpa terkendala permasalahan sosial. (*/Yh)

Baca Juga

Kondisi Sungai Batang Baliang setelah Galodo di Arosuka, Kabupaten Solok. (Langgam.id/ Ghaffar Ramdi)
Arosuka Solok Kembali Diguyur Hujan Lebat, BPBD Larang Warga Dekati Bantaran Sungai Antisipasi Galodo
Kemenag Ajukan Perbaikan Empat Rumah Ibadah Terdampak Galodo Solok
Kemenag Ajukan Perbaikan Empat Rumah Ibadah Terdampak Galodo Solok
Sisa lumpur galodo di sejumlah rumah warga di Arusoka, Kabupaten Solok, Rabu (23/9/2026)/ Ghafar.
Kalang Kabut Para Pedagang Menyelamatkan Nyawa dari Arus Galodo Solok
Galodo Hantam Kantor Dinas PUPR Kabupaten Solok, 80 Persen Bangunan Rusak
Galodo Hantam Kantor Dinas PUPR Kabupaten Solok, 80 Persen Bangunan Rusak
Segini Harga Cabai di Pasar Raya Usai Jalur Solok-Padang Terganggu Akibat Galodo
Segini Harga Cabai di Pasar Raya Usai Jalur Solok-Padang Terganggu Akibat Galodo
Jalur Solok-Padang Tertutup Material Galodo, Polisi Imbau Pengendara Lewat Padang Panjang
Jalur Solok-Padang Tertutup Material Galodo, Polisi Imbau Pengendara Lewat Padang Panjang