Enam Hari Pascabanjir, Warga Rahul Tapan Pessel Butuh Bantuan Sembako hingga Peralatan Sekolah

Alat berat membersihkan material longsor di Nagari Sungai Gambir Sako Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Pesisir Selatan

Alat berat membersihkan material longsor di Nagari Sungai Gambir Sako Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Pesisir Selatan

Langgam.id – Enam hari setelah banjir dan longsor melanda Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat (Sumbar), warga terdampak masih membutuhkan bantuan kebutuhan pokok, air bersih, pakaian layak, hingga fasilitas penunjang pendidikan bagi siswa yang peralatan sekolahnya rusak akibat bencana.

Camat Rahul Tapan, Agnes Dheno Arnas mengatakan pemerintah saat ini memfokuskan penanganan pada penyaluran logistik bagi warga terdampak.

“Fokus kami sekarang menyalurkan logistik kepada seluruh warga terdampak sesuai kebutuhan. Yang paling dibutuhkan adalah sembako, minyak goreng, air minum dan pakaian layak bagi warga yang rumahnya hanyut,” kata Dheno, Kamis (15/10/2026).

Ia mengatakan, pemerintah kabupaten telah menyalurkan beras cadangan pemerintah sebanyak 5 kilogram per Kepala Keluarga (KK).

“Berdasarkan data terbaru sebanyak 1.372 KK terdampak telah menerima bantuan beras,” ujarnya.

Selain beras, bantuan logistik yang masuk ke posko terus dicatat dan didistribusikan berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah.

“Kami mencatat bantuan yang masuk dan keluar dari posko, lalu menyalurkannya sesuai kebutuhan. Nagari yang terdampak lebih berat juga kami prioritaskan,” ujarnya.

Selain bahan pangan, warga membutuhkan air bersih karena jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sempat terputus akibat bencana.

“Bantuan pasokan air bersih telah didukung Kementerian Pekerjaan Umum melalui tiga unit mobil tangki yang didistribusikan secara bergiliran,” kata Dheno.

Dheno menyebut, kebutuhan lain yang menjadi perhatian adalah fasilitas penunjang pendidikan. Katanya, sejumlah siswa terdampak banjir dan longsor sehingga peralatan sekolah mereka rusak atau tidak lagi dapat digunakan.

“Karena itu, bantuan perlengkapan sekolah dibutuhkan agar kegiatan belajar siswa dapat kembali berjalan,” ujarnya.

Dheno mengatakan, pendataan rumah yang hanyut dan rusak berat juga terus dilakukan untuk dilaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). 

“Data tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan lanjutan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal,” ungkapnya.

Dheno berharap bantuan kebutuhan pokok, air bersih, pakaian layak serta perlengkapan sekolah dapat terus disalurkan untuk membantu warga memulihkan kehidupan mereka setelah bencana.

“Yang paling kami harapkan saat ini bantuan sembako dan kebutuhan sehari-hari. Peralatan sekolah bagi anak-anak yang terdampak juga diperlukan agar mereka bisa kembali belajar,” tuturnya. (fix)

Baca Juga

Tak Disanksi Pidana, Yogi Bakal Benahi Izin Jasa Internet Starlink di Mentawai
Tak Disanksi Pidana, Yogi Bakal Benahi Izin Jasa Internet Starlink di Mentawai
Asap menyelimuti Kota Padang, Jumat (4/9/2026).
Sumbar Minim Titik Api, BMKG Sebut Kepulan Asap Datang dari Luar Sumbar
Pemuda mentawai Yogi terdakwa kasus penyediaan jasa telekomunikasi ilegal saat sidang putusan di Pengadilan Negeri Padang, Kamis (15/10/2026). Foto: Ghafar/Langgam
Sidang Internet Ilegal, Majelis Hakim Putuskan Pemuda Mentawai Yogi Tak Dijatuhi Pidana
Disdikbud menginteruksikan siswa memakai masker untuk mengantisipasi dampak asap karhutla.
Kualitas Udara Memburuk, Kota Padang Kembali Terapkan PJJ
Banjir Berulang di Padang, BNPB Kaji Relokasi Warga Bantaran Sungai
Banjir Berulang di Padang, BNPB Kaji Relokasi Warga Bantaran Sungai
BNPB Pastikan Dukungan Logistik untuk Warga Terdampak Banjir Tapan
BNPB Pastikan Dukungan Logistik untuk Warga Terdampak Banjir Tapan