Arosuka Solok Kembali Diguyur Hujan Lebat, BPBD Larang Warga Dekati Bantaran Sungai Antisipasi Galodo

Kondisi Sungai Batang Baliang setelah Galodo di Arosuka, Kabupaten Solok. (Langgam.id/ Ghaffar Ramdi)

Kondisi Sungai Batang Baliang setelah Galodo di Arosuka, Kabupaten Solok. (Langgam.id/ Ghaffar Ramdi)

Langgam.id – Hujan lebat kembali mengguyur Arosuka, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar), Sabtu (26/9/2026) siang.

Hujan turun di tengah proses pembersihan dan pemulihan kawasan yang beberapa hari lalu diterjang banjir bandang atau galodo.

Hujan mulai turun sekitar pukul 13.00 WIB dan berlangsung lebih dari satu jam. Intensitas hujan paling tinggi terjadi selama sekitar 20 menit, sementara hingga sore hari kawasan tersebut masih diguyur gerimis.

Relawan di lokasi bencana, David, mengatakan saat hujan deras turun tidak ada lagi warga yang berada di sekitar bantaran sungai.

“Secara umum hujan lebih dari satu jam, tetapi yang lebat sekitar 20 menit. Saat hujan tidak ada lagi warga yang berada di dekat bantaran sungai,” kata David.

Menurutnya, masyarakat terdampak telah dievakuasi ke lokasi yang dinilai aman dan jauh dari aliran sungai. Sementara itu, petugas gabungan masih melanjutkan pembersihan material sisa banjir bandang di sejumlah titik.

“Sementara itu, petugas gabungan masih terus melakukan pembersihan material sisa banjir bandang di sejumlah titik,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Khairulmengatakan, pihaknya terus melakukan langkah antisipasi terhadap potensi banjir susulan maupun bencana lanjutan akibat hujan yang kembali mengguyur wilayah terdampak.

BPBD, kata dia, telah mengimbau masyarakat untuk menjauhi seluruh kawasan bantaran sungai, terutama di lokasi yang sebelumnya dilanda galodo. Saat hujan turun, warga juga diarahkan untuk tetap berada di tempat yang aman.

“Kami terus memastikan di lapangan agar tidak ada masyarakat yang beraktivitas di dekat maupun sepanjang bantaran sungai. Warga terdampak juga masih berada di lokasi pengungsian,” ujar Khairul.

Selain melakukan mitigasi, BPBD Kabupaten Solok juga masih menangani penerimaan dan distribusi bantuan yang datang dari pemerintah pusat maupun berbagai instansi.

“Seluruh bantuan dipusatkan di posko bencana sebelum disalurkan kepada masyarakat terdampak,” ujarnya.

Khairul membenarkan hujan kembali mengguyur Nagari Batang Barus saat proses pembersihan dan pemulihan pascabanjir bandang masih berlangsung.

“Pemerintah dan petugas gabungan terus meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan,” kata Khairul. (ICA)

Baca Juga

Alat berat membersihkan material longsor di Nagari Sungai Gambir Sako Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Pesisir Selatan
Enam Hari Pascabanjir, Warga Rahul Tapan Pessel Butuh Bantuan Sembako hingga Peralatan Sekolah
Petugas BPBD Agam memantau kondisi sungai mengantisipasi banjir akibat hujan deras. (Dok. BPBD Agam)
Waspada Hujan Deras, BPBD Agam Siagakan Petugas Pantau Sungai Batang Kumayo
Sejumlah wilayah di Pesisir Selatan diterjang banjir hingga longsor karena dipicu hujan deras. (Dok. BPBD Kabupaten Pesisir Selatan)
Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Pesisir Selatan, Sejumlah Titik Butuh Alat Berat
Kondisi Sungai Batang Baliang setelah Galodo menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok. (Langgam.id/ Ghaffar Hamdi)
Pemkab Solok Usul Pembangunan 3 Sabo Dam Senilai Rp 250 Miliar Usai Arosuka Diterjang Galodo
Hari Ketiga Pencarian, Korban Banjir Bandang di Pasaman Belum Ditemukan
Hari Ketiga Pencarian, Korban Banjir Bandang di Pasaman Belum Ditemukan
Banjir menerjang Simpang Tonang, Kabupaten Pasaman. (Dok. Istimewa)
Banjir Terjang Simpang Tonang Pasaman, Satu Warga Hanyut hingga 5 Hektare Sawah Tertimbun