Keluarga Ungkap Peran Pria dalam Video Penganiayaan Remaja Perempuan di Padang

Likorni Natalivo, kakak sepupu korban penganiayaan di Padang yang viral di media sosial. (Foto: Irwanda)

Likorni Natalivo, kakak sepupu korban penganiayaan di Padang yang viral di media sosial. (Foto: Irwanda)

Langgam.id – Video penganiayaan yang dialami seorang remaja perempuan viral di media sosial. Peristiwa ini terjadi di lapangan Kompleks Villa Mega, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar).

Dari tiga video yang beredar banyak dikecam netizen. Bahkan, dari video yang dibagikan oleh akun Facebook bernama @Chang May Konter Uniang terdapat seorang laki-laki berbaju biru. Tak sedikit juga, netizen menyalahkan pria tersebut karena tidak melerai aksi penganiayaan.

Ternyata, pria tersebut teman dari korban berinisial BG. Saat kejadian, pria itu kebetulan lewat dan berhenti berniat menolong korban. Namun, upaya itu tidak berhasil.

“Jadi laki-laki itu mau menolong adik saya. Tapi malah dia yang ingin dipukul. Dia itu kebetulan hanya ketemu di jalan,” kata kakak sepupu korban, Likorni Natalivo (35) saat ditemui di Polsek Padang Selatan, Kamis (2/7/2020).

Dia menyebutkan, laki-laki itu juga yang mengantarkan korban ke rumah dalam kondisi mengalami luka goresan di lengan tangan dan muka. “Dia yang mengantarkan adik saya ke rumah,” ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan kakak kandung korban, Afrizal. Laki-laki itu merupakan kenalan adiknya. “kebetulan lewat. Mungkin dia lewat saat selesai terjadi perkelahian,” jelasnya.

Seperti diketahui, dari salah satu video yang berdurasi 30 detik, tampak korban yang sepertinya masih remaja mengenakan baju belang-belang mendapatkan aksi kekerasan yang juga dilakukan seorang perempuan.

Rambut korban dijambak dengan seorang perempuan yang mengenakan baju berwarna merah. Tak hanya itu, korban juga beberapa kali mendapat pukulan tepat di kepala bagian belakang.

Meskipun korban telah bersujud karena dihimpit remaja yang melakukan penganiaya, namun aksi pemukulan terus terjadi. Bahkan, salah seorang perempuan lainnya berbaju hitam sempat memegangi korban.

Namun dari rekaman video, si perekam meminta rekannya yang memegangi untuk menjauhi korban dan membiarkan perempuan berbaju merah melakukan aksi pemukulan.

Sementara di video selanjutnya, yang merekam sempat menyorot wajah korban. Serta memperlihatkan beberapa luka goresan akibat aksi kekerasan yang dialami korban. Luka goresan itu terdapat di bagian lengan tangan kanan dan kiri korban.

Sebelumnya, pihak kepolisian telah mempertemukan korban dan terlapor hingga orang-orang yang berada di dalam video. Mereka dimintai keterangan terkait kasus penganiayaan tersebut.

“Kami melakukan pemanggilan beberapa orang dalam peristiwa tersebut. Hari ini kami melakukan pemeriksaan terhadap empat orang remaja,” ujar Kapolsek Padang Selatan, AKP Ridwan.

Empat orang remaja itu masing-masing berinisial A, yang dalam peristiwa penganiayaan itu merupakan terlapor. Kemudian saksi-saksi remaja berinisial ID yang menjemput korban dan IH, termasuk korban BG.

Ridwan mengungkapkan, penyidik masih mencoba melakukan mediasi dengan kedua belah pihak yang berselisih. Namun apabila tidak ada titik terang, maka akan diproses sesuai prosedur hukum.

“Kami dari penyidik akan mencoba melakukan dengan mempertemukan pihak-pihak yang berselisih melalui pelanta mediasi. Jika tidak dapat berjalan dengan baik, maka kami memakai sesuai prosedur hukum yang berlaku dengan undangan-undangan nomor 11 tahun 2012 tentang peradilan anak,” tegasnya. (Irwanda/ICA)

 

Baca Juga

Disdikbud menginteruksikan siswa memakai masker untuk mengantisipasi dampak asap karhutla.
Penjelasan Pakar Pendidikan Agar Penerapan PJJ Tidak Sebatas Formalitas
Asap menyelimuti Kota Padang, Jumat (4/9/2026).
Sumbar Minim Titik Api, BMKG Sebut Kepulan Asap Datang dari Luar Sumbar
DPRD Kota Padang Panggil Pertamina Terkait Pertalite Diduga Campur Semen
DPRD Kota Padang Panggil Pertamina Terkait Pertalite Diduga Campur Semen
Potret dari udara banjir menerjang perumahan Lumin Park, Kota Padang, Sabtu (10/10/2026). IST
Banjir Berulang Kota Padang, Tata Ruang Lumin Park Dinilai Bermasalah
Kondisi bentaran sungai di Lapau Manggu, Gunung Sariak, Padang Kamis (20/8/2026).
Empat Kali Dilanda Banjir, Warga Lapau Munggu Desak Pemda Keruk Sungai yang Kian Dangkal
Warga Kampung Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang melihat kondisi rumah pascabanjir. Foto: Fajar/Langgam
Pemko Padang akan Relokasi Rumah di Kawasan Rawan, Warga Korban Banjir Enggan Pindah