Kalio Kentang Selamatkan Adi dari Eliminasi MasterChef Indonesia

Kalio Kentang Selamatkan Adi dari Eliminasi MasterChef Indonesia

Adi peserta audisi MasterChef. (Instagram @adi_tcp)

Langgam.id – Perjalanan Suhaidi alias Adi, petani cabai asal Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar) di MasterChef Indonesia season 8 masih berlajut. Meski nyaris tersingkir, Adi akhirnya bertahan di ajang itu berkat kalio kentang buatannya.

Dalam tayangan RCTI pada Minggu (6/6/2021) malam, Adi dan 17 peserta lainnya ditantang juri mengolah berbagai jenis umbi-umbian. Adi yang mengaku bingung sejak awal akhirnya memilih membuat olahan singkong menjadi lima jenis masakan.

Sayangnya usaha awal Adi tidak membuahkan hasil maksimal. Para juri tak puas dengan masakan Adi karena masih ada singkong yang keras saat digigit.

Baca juga: Heran Lihat Kemampuan Adi dari Tanah Datar, Pesarta MasterChef: Ini Ninja Apa Manusia?

Pria berusia 41 tahun itu akhirnya menjadi satu dari enam peserta yang terancam pulang. Mereka harus melewati pressure test untuk membuat maskan baru demi menyelamatkan diri dari eliminasi.

Dalam babak pressure test itu, Adi awalnya ingin membuat gulai kentang. Namun dia mengganti dengan kalio kentang dipadu udang dan kentang goreng.

“Pertamanya saya buat gulai, saya tukar saja kalio,” kata Adi saat ditanya para juri tentang masakan yang dibuatnya.

Satu per satu juri lalu mencicipi kalio kentang buatan Adi. Sebelum dinilai juri, peserta lain yang sudah memastikan diri maju ke tahap berikutnya yakin Adi akan menyusul mereka.

“Ketika juri memanggil saya, saya yakin masakan ini bisa menyelamatkan saya,” kata Adi.

Meski begitu masih ada sejumlah kekurangan yang ditemukan para juri dalam kalio kentang buatan Adi. Namun para juri akhirnya memutuskan Adi lolos. Menurut juri, kalio kentang buatan Adi jauh lebih baik dibanding masakan yang dibuat sebelumnya.

“Presentasinya jauh labih baik dibanding challenge umbi-umbian,” kata Chef Renatta yang jadi juri dalam ajang itu. (*/ABW)

Baca Juga

salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar
Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar
Heboh Mobil Dinas Dipakai Istri ke Kampus, Ketua DPRD Limapuluh Kota Minta Maaf
Heboh Mobil Dinas Dipakai Istri ke Kampus, Ketua DPRD Limapuluh Kota Minta Maaf
Jumlah pelanggan listrik di Sumatra Barat (Sumbar) pada 2022 lalu mencapai 1.628.705. Jumlah ini meningkat 4,42 persen dibandingkan 2021
PLN Klaim Sistem Kelistrikan di Sumbar Sudah Pulih Total
Listrik di Sumbar Gagal Pulih Total Pukul 9 Malam, PLTU Ombilin Masih Bermasalah!
Listrik di Sumbar Gagal Pulih Total Pukul 9 Malam, PLTU Ombilin Masih Bermasalah!
Pasokan Listrik PLN
Listrik di Sumbar Padam Bergilir hingga Pukul 9 Malam, Target PLN Molor dari Jam 3 Sore!